poenja perkata'an!" kata Vronsky dan kamoedian anterin pada Anna satoe tjangkir thee.
Anna liat itoe tjimpe, jang ada di deket dirinja di mana kamoedian Vronsky beloet.
„Ja, soeda lama akoe hendak bilang pada kau," kata Anna sambil liat poela pada Vronsky, „jang kau soeda bawa klakoean jang amat djelek, ja melebihken dari apa jang orang banjak ada doega."
„Itoelah ada satoe hal jang akoe sendiri soeda taoe, tapi siapa tah poenja salah?"
„Kenapa kau moesti bilang itoe pada akoe?" kata Anna dengen soeara mengrendeng dan kamoedian pandang moekanja Vronsky dengen mata jang tiada berkedip.
„Kau sendiri tentoe taoe kenapa akoe moesti bilang itoe pada kau," djawab Vronsky dengen paras tersenjoem.
Anna dan boekan Vronsky jang merasa kemaloean.
„Itoe menoendjoeken jang kau ada satoe lelaki jang tiada ada poenja katreman," kata Anna, tapi kendatipoen moeloetnja bilang begitu, toh dalem atinja ia bilang jang Vronsky ada satoe orang jang gaga. Djoestroe lantaran itoe djoega maka Anna djadi maloein sama Vronsky.
„Perkara jang kau tjoba ramalken adalah satoe perkara pernika'an dan boekan soeatoe lelakon dalem pertjinta'an," kata Vronsky.
„Apatah kau soeda loepa jang doeloean akoe perna larang kau aken tiada goenaken poela itoe