Lompat ke isi

Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/7

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

-6-

dengen senang. Napasnja berdjalan dengen kras, lehernja seperti ada barang jang menjangkoet, aer mata mengemteng di kadoea matanja.

„Apa toch jang akoe soeda berboeat! Ampoenin, Doly!“ Kerna sedi mengalangin dirinja aken bisa bitjara teroes.

Prinses Daria Alexandrovna toelak itoe latji medja dan kamoerian pandang soeaminja. „Satoe bal, Dolly! .. Ampoenin 'kce. Inget toch!... Sembilan taon kita soeda kawin, masa ini mesti dipuetoesken dalem tempo waktoe satoe minüüt...“

Mendenger begitoe prinses toedoekin kepalanja, menoenggoe apa jang soeaminja kata lebi djaoe. Tingkanja sebagi djoega orang jang minta soepaja dirinja djangan begitoe diperdoeliken.

„Kalemahan jang terdjadi di satoe waktoe?“ begitoelah prins Oblonsky landjoetken omongan-nja aken tetapi sekoenjoeng koenjoeng brenti bitjara kerna tempo baroe abis oetjapken itoe ia liat istrinja rapetken kadoea bibirnja.

„Pergi Pergi dari sini!“ kata ia dengen soeara ketoes, „Toetoep kau poenja moeloet, toetoep sadja tentang kau poenja perboeatan jang tiada pantes!“

Baroe sadja ia bertindak aken berlaloe dari itoe kamer, sekoenjoeng koeujoeng ia rasaken dirinja mabok dan terpaksa pegang blakangnja satoe korsi soepaja dirinja tiada sampe djato.

„Dolly,“ begitoelah prins Oblonsky meratap. „Kesianlah pada 'koe. Inget pada kita poenja anak anak. 'koe sendiri ada orang jang bersala.“

Hoekoem 'koe! Bilang, begimana 'koe moesti berlakoe aken 'koe poenja perboeatan jang kliroe! 'soe poenja diri ada bersala, lebi besar dari apa jang 'koe bisa oetjapken itoe dengen perkata'an, Ach, Dolly, ampoeninlah koe?“

„'koe sendiri poen inget sama anak². Semoea apa jang ada di doenia 'koe maoe goenaken aken melindoengin dirinja itoe anak anak, aken tetapi begimana 'koe bisa kasi itoe pelindoergan kapan akoe tiada tarik marika dari tangannja satoe bapa jang berlakoe tiada patoet, ja jang berboeat tiada sopan?... 'koe tanja pada kau, apa kita setelah terdjadi itoe hal jang tiada patnet, bisa idoep lagi sebagi soeami istri? Apa bisa? Bilang, apa bisa” begitoe ia bilang denger beroelang-oelang selaloe dengen soeura jang lebi kras... „Satelah 'koe poenja soeami, ajah dari 'koe poenja anak anak, tergila gila pada gouvernante dari japoenja anak anak.... ?”

Prins Oolonsky awasin istrinja dengen penoe kaheranan dan penoe rasa takoet lantaran liat roepa istrinja sebagi orang jang amat goesar. Sama sekali ia tiada mendoesin itoe rasa kesian jang dioendjoekin telah bikin loeka ati istrinja, ja malahan lebi sanget sablonnja ia berboeat itoe. Boеkan rasa kesian jang sang istri maoein hanja katjinta'an.

„Tiada, ia koetoek 'koe, tiada nanti ia maoe ampoenin 'koe.” kata prins Oblonsky, kamoedian ia kata lebi djaoe: „Soenggoe katerlaloean, terlaloe sekali.”

Di kamer sebla ada satoe anak jang djato dan