― 36 ―
bilang iapoenja rasa kesian pada kau ada melebiken dari apa jang 'koe perna oendjoek pada kau. Malahan ia berdoeka djoega lantaran soeda berboeat itoe kakliroean.”
„Apa betoel ia berdoeka lantaran berboeat itoe perkara jang tiada pantes?” tanja Dolly dengen roepa sangsi, sedeng matanja dengen tiada berkesip mengawasain moekanja Anna.
„Betoel, memang ia berdoeka. 'Koe kenal baek dirinja. Lebi dari apa jang kau taoe. Boekan si lantaran dia ada 'koe poenja soedara mata 'koe maoe elonin. Sabetoelnja ia ada satoe orang jang baek, tjoema sadja ada sedikit angkoe dan sekarang ini sedeng amat berdoeka. Ka oe'koe liat roepanja, atikoe lantas djadi sedi dan rasa kesian lantas djadi sedi dan rasa kesian lantas timboel dengen sekoenjoeng koenjoeng. Maskipoen 'koe taoe begitoe toch 'koe tiada bisa bikin ia djadi bergirang 'koe tiada taoe begimana 'koe moesti berboeat aken bikin senang atinja. Paling 'koe tiada tahan” ― Anna mengarti jang ini ada satoe hal jang bisa pengaroein atinja Dolly ― „adalah meliat ia sebagi orang jang djengah kapan ketemoe sama iapoenja anak anak sendiri dan berdoeka sekali lantaran liat kau, orang jang paling ditjinta” ― Dolly jang hendak kata apa apa tiada di'idjinken mengoming! ― telah dibikin loeka hingga dirinja ia anggep ada orang jang idoep di ini doenua paling tjilaka. Tiada brentinja ia meratap: „Tiada, tentoe ia tiada maoe ampoenin dirikoe!”
Dengen badan jang goemeteran, dengen badan
― 37 ―
jang tiada tetep, Dolly dengerken omongannja Anna.
„Ja, 'koe maoe pertjaja jang ia ada dalem doeka. Orang jang bersala kapan bisa mendoesin dengen taoe iapoenja kesalahan, kadang² ada lebi tjilaka dari orang jang didjadiken korban. Aken tetapi begimana 'koe bisa ma'afken dirinja? Begimana sesoedanja terdjadi ini hal' goe bisa djadi kembali iapoenja istri? idoep bersama-sama dia 'koe soeda... Kerna ati jang sedia maka pembitjara'annja djadi tiada bisa dilandjoetken. Begitoe lekas keada'annja djadi sedikit mendingan, ia hendak teroesken pembitjara'annja lebi djaoe tapi dengan sekoenjoeng koenjoeng atinja inget dengen hal hal jang menjakitin ati-nja, kerna sekarang dengen soera bernafsoe ia bilang: „Itoe prempoean jang sekarang ia tjintain ada satoe prempoean moeda, ada satoe prempoean eilok! Tapi 'koe poenja roepa jang moeda, 'koe poenja kaeilokan, siapatah jang soeda rampas itoe? Tiadakah dia dan iapoenja anak anak? Sekarang 'koe baekan lagi teritoeng sebagi satoe prempoean moeda dan boekan ada satoe prempoean eilok. Semoea 'koe soeda korbanken. Orang tentoe bisa mengarti sendiri, kapan sekarang ia djadi lebi tjinta dan lebi sajang eilok dari akoe poenja diri. Boleh djadi djoega ia soeda omongin dirikoe sama itoe prempoean, ja siapa taoe ia djelekin dirikoe di hadapannja itoe prempoean ...”