- 204 -
Keadaannja Soekmi sebegitoe roepa, djangan kata jang ia sekarang loepa pada Tjan, malahan mingkin inget, kenapa dari doeloe ia tida bikin seperti sekarang aken bantoe t.jari pengasilan ? Kenapa ia moesti toeroet sadja pikirannja Tjan pinda ka Betawi? Tjoba kaloe ia dapet pikiran Seperti sekarang, tentoe djadi baeknja, siapa taoe Tjan tida mati.
Kaloe ia inget begitoe. selamanja matanja djadi basa, tetapi ia lekas gojang kepala seperti maoe boeang itoe pikiran sedi ; kaloe teroes sadja begitoe, apa nanti djadinja seandenja ia djoega pendek oemoer dan anak anaknja masi ketjil ? Dari itoe ia berdjandji pada diri sendiri, tida maoe sedi-sedi lagi, hanja ia lebi sabar dan tawekal dan selaloe sembajang dalem hati kepada Toehai) soepaja selaloe ditoeroenin rachmatnja bagi dirinja sendiri dan anak anaknja.
Orang-orang jang tida taoe adat, meliat Soekmi toch belon toea dan parasnja seperti djadi lebi bagoes dari doeloenja, soeda pikirin djoega aken dapetken padanja dan soeda taoe djoega boeangboeang kata seperti sengadja pasang djembatan. Tetapi Soekmi selamanja taoe djalan boeat tangkis itoe dengen perkataan jang manis tetapi pedes betoel, hingga itoe orang-orang jang koerang adjar djadi maloe dan berbalik djadi menghormat