Lompat ke isi

Halaman:Anak Siapa.pdf/168

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
- 158 -

matanja. „Siapa maoe kasi anaknja dilamar boeat angkau? Orang djoega taoe angkau piara Soekmi."

„Sebetoelnja begitoe," djawab Tjan seperti maloe, tetapi hatinja girang sekali.

„Angkau taoe apa?" kata lagi sang ajah. „Kaloe angkau tida kawin, boekan sadja angkau tida ada poenja arak atas itoe anak, tetapi kesian boeat itoe anak sendiri dikemoedian hari, kaloe tanja siapa bapanja, tentoe ia bilang angkau, tetapi orang tanja lagi apa angkau kawin sama Soekmi, iboenja Heng It, tentoe dia bilang tida, dan anak dari satoe iboe jang tida terkawin, apa namanja?"

„Betoel, betoel." djawab Tjan.

Sekarang angkau moesti lekas ceroes sama Wijkmeester, minta ia toeloeng bikin soerat ka­win, dan di teeken oleh agent Wees en Boedel­ kamer, ongkosnja akoe rasa paling banjak sepoeloe roepia. Dengen begitoe, lantas -Heng It djadi angkau poenja anak jang sah, begitoe djoega kaloe blakanghari Toehan Allah toeloeng, Soekmi dapet anak lagi."

„Betoel, saja lantas oeroes," djawab Tjan.

la soeda oeroes itoe perkara dan besoknja djoega itoe soerat kawin soeda ada.

Boedjang-boedjang semoea taoe, lantas panggil njonja pada Soekmi, tetapi larang,