Lompat ke isi

Halaman:Anak Siapa.pdf/165

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
- 155 -

jang tentoe saclja ada ia poenja.

Sang iboe gojang kepala dengen keraskan moekanja, ia kata; „Angkau ala, angkau brani bilang angkau poenja anak, kapannja angkau mengandoeng? Kapan jang angkau soeda lahirken itoe anak ?"

„Iboe poenja pertanjaan soenggoe aneh," djawab Tjan dengan tertawa. „Tentoe sadja satoe bapa tida melahirken anak, oepama Ajah sadja apa ia jang soeda lahirken saja? Toch iboe, boekan? Dan toch ajah bilang saja ada ia poenja anak. Begimana itoe?"

„Betoel, boeat ajahmoe memang ada hak begigitoe, tetapi angkau tida. Tjoba, oepamanja angkau tjerein Soekmi, dia bawa Heng It, angkau bisa bikin apa?'

Tjan djadi kamekmek, sedeng hatinja merasa koerang senang sekali mendenger begitoe, lanta­ran itoe anak maoe dibilang boekan dia poenja, tapi achirnja ia djawab:

„Tentoe sadja tida bisa bikin satoe apa."

„Memang tida bisa bikin satoe apa, sebab angkau tida kawin padanja," kata sang iboe dengen tadjem. „Semalem ajahmoe bilang, anak dari iboe bapa jang tida kawin, ada iboenja poenja hak.

Tjan djadi terkedjoet hingga keringet dingin