Lompat ke isi

Halaman:Anak Siapa.pdf/159

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

- 149 -

maoe temboesin kedalemnja. Kemoedian ia tersenjoem dan berkata:

„Toch Djarisah tida nanti sala?"

Moekanja Soekmi djadi mera, tetapi ia tersenjoem djoega dengan begitoe girang roepanja.

„Saja harep ada begitoe dan soeda empat boelan saja ngandek (tida dapet kaen kotor)."

„Tjan soeda taoe?"

„Tida, saja sengadja tida maoe kasi taoepadanja; sebab ia keliatan begitoe kepengen dapet anak, kaloe ia liat gambar anak-anak jang bagoes, Ja djadi bengong, seperti menjesel kenapa dia tida ada poenja, saja sengadja diam sadja, sebab saja maoe bikin dia kaget dangen kegirangan jang tjoekoep."

Doea-doea lantas djadi tertawa.

Itoe tempo Tjan masoek, meliat iboe danIstrinja tertawa, kendati belon taoe apa jang diboeat tertawa, ia toeroat djoega mesem dan menanja apa jang di tertawaken.

„Ini tjerita dalem boekoe," djav/ab sang iboe. Tjan tida menanja lagi, hanja balik kloear sedeng doea doea ada memandang padanja dari belakang.

„Kesian, kata sang iboe dengen gojang kepala,,,kaloe dia taoe, brapa dia poenja girang."

itoe malem Tjan masoek kekamernja, matanja