- 97 -
Darmi dengen soeaminja dan tiga anaknja masi ketjil-ketjil djoega ada disitoe, begitoepoen tetangganja jang tadi tida ada barang saorang, soeda pada dateng, boekan kerna si sakit, hanja kerna itoe orang Tionghoa, masing-masing maoe liat dan maoe taoe apa itoe orang asing bikin.
Tjan minoem itoe koffie dengen enak, kemoedian ia djalan kloear sebab ia rasaken didalem begitoe panas, la berdiri memandang koeliling dan lantas pergi tempat jang tersemboeni aken berseni.
Serta soeda, ia djalan plahan balik karoema,tempo sekoenjoeng-koenjoeng ia djadi terkedjoet denger soara Soekmi mendjerit menangis. Ia lekas memboeroe masoek kiranja Bok Darmi Pangsan, matanja mendelik, giginja terkantjing. Tjan lekas menoeloeng, tarik oerat oeratnja menoeroet apa jang ia taoe, betoel tida lama Bok Darmi sedar, napasnja sengal-sengal dan merinti, djidatnja penoe kringet lantaran menahan akit.
Tjan kloearin sapoetangan jang dibasain pake eau de cologne, ia taro itoe di kepalanja Bok Darmi, keliatan ia bernapas sedikit lega. ia boeka matanja, tapi mata itoe keliatan soeda boetek Tjan gojang kepala, ia pikir ini orang merdoesin toch pertjoema.