Halaman:Amerta - Berkala Arkeologi 2.pdf/59

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi
AMERTA, 2, 19856



  1. SEDIKIT TENTANG GOLONGAN-GOLONGAN
  1. DI DALAM MASYARAKAT JAWA KUNO


  1. J.G. de Casparis


Penyelidikan atas prasasti-prasasti Indonesia sangat penting karena banyak sebab. Pertama ia merupakan salah satu sumber sejarah yang terpenting. Memang kalau tidak ada prasasti-prasasti itu, maka boleh dikatakan tidak mengetahui sedikit pun tentang sejarah tanah air kita sebelum abad ke-13. Lagipula prasasti-prasasti itu paling sedikit menambah (sebagian menetapkan, sebagian menepatkan, dan sebagian membetulkan) pengetahuan kita tentang sejarah antara abad ke-13 dan abad ke-15 yang kita kenal dari kitab-kitab sejarah (terutama Pararaton dan Nagarakertagama). Barulah untuk pengetahuan sejarah sejak abad ke-16 arti prasasti-prasasti itu agak terdesak ke belakang, meskipun ia masih belum dapat di abaikan sama sekali. Ingat saja akan pertulisan-pertulisan pada batu-batu nisan di Aceh yang belum diselidiki dengan seksama dan akan piagam raja-raja Mataram, Banten dan Palembang. Karena adanya prasasti-prasasti yang diberi angka tahun dengan seksama maka dapatlah kita memberikan "tulang punggung" kronologinya kepada sejarah tanah air kita.

Tatapi janganlah dikira bahwa dengan itu habislah prasasti-prasasti itu. Apa yang tersebut di atas itu merupakan segi-segi yang mungkin teramat menarik perhatian, tetapi bukanlah yang terpenting. Menurut pendapat kami, yang lebih penting lagi ialah, bahwa hanya prasasti-prasasti itulah yang dapat memberikan gambaran tentang jalan berlakunya masyarakat Indonesia (Jawa Tengah dan Jawa Timur pada khususnya) pada zaman dahulu dan sebagian juga tentang jalan perkembangannya. Kejadian-kejadian sejarah yang tersebut di dalamnya seringkali hanya sedikit memberi keterangan kepada kita; biasanya ia baru berarti apabila kita dapat meninjau kejadian-kejadian itu di atas dasar keadaan masyarakat pada waktu itu. Seperti akan kami uraikan di bawah ini, maka prasasti-prasastilah yang merupakan sumber yang terpenting untuk penyelidikan itu.

Di Indonesia minat untuk mempelajari ilmu-ilmu kemasyarakatan semakin bertambah. Hal ini memang sudah selayaknya. Sebab makin banyak pengetahuan kita tentang jalan berlakunya kehidupan masyarakat di Indonesia ini makin banyaklah kemungkinan-kemungkinan untuk mengadakan tindakan yang tepat.

Akan mengadakan industri-industri baru, cara-cara pertanian baru, bentuk-bentuk baru dalam organisasi perusahaan, kita tidak dapat mengambil begitu saja apa yang lazim di luar negeri. Orang harus menyesuaikan lebih dahulu dengan bentuk-bentuk lama yang telah berurat berakar di dalam masyarakat karena perkembangan sejarah, apabila orang tidak menghendaki bahwa tindakan-tindakan pembaharuan itu akan tidak berhasil atau ditentang oleh penduduk, sehingga tindakan-tindakan itu bahkan memberi hasil yang sebaliknya daripada yang diharapkan. Hal itu bukanlah sekali-kali berarti bahwa orang harus berpegang teguh kepada bentuk-bentuk yang lama; tidak, sebab berpegang teguh kepada

54