Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca
Pasal 18
Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan ketjil, dengan bentuk susunan pemerintahannja ditetapkan dengan Undang-undang, dengan memandang dan mengingati dasar permusjawaratan dalam pemerintahan negara, dan hak-hak asal-usul dalam daerah-daerah jang bersifat Istimewa.
BAB VII DEWAN PERWAKILAN RAKJAT.
Pasal 19
Susunan Dewan Perwakilan Rakjat ditetapkan dengan Undang-undang.
Dewan Perwakilan Rakjat bersidang sedikitnja sekali dalam setahun.
Pasal 20
Tiap-tiap Undang-undang menghendaki persetudjuan Dewan Perwakilan
Rakjat.
Djika sesuatu rantjangan undang-undang tidak mendapat persetudjuan Dewan Perwakilan Rakjat, maka rantjangan tadi tidak boleh dimadjukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakjat masa itu.
Pasal 21
Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakjat berhak memadjukan rantjangan
undang-undang.
Djika rantjangan itu, meskipun disetudjui oleh Dewan Perwakilan Rakjat, tidak disahkan oleh Presiden, maka rantjangan tadi tidak boleh dimadjukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakjat masa itu.
Pasal 22
Dalam hal-ichwal kepentingan jang memaksa, Presiden berhak menetapkan Peraturan Pemerintah sebagai pengganti undang-undang.
Peraturan Pemerintah itu harus mendapat persetudjuan Perwakilan Rakjat dalam persidangan jang berikut.
Djika tidak mendapat persetudjuan, maka Peraruran Pemerintah itu harus ditjabut.
BAB VII HAL KEUANGAN.
Pasal 23
Anggaran Pendapatan dan Belandja ditetapkan tiap-tiap tahun dengan
undang-undang. Apabila Dewan Perwakilan Rakjat tidak menjetudjui anggaran jang diusulkan Pemerintah, maka Pemerintah mendjalankan anggaran tahun jang lalu.
Segala padjak untuk keperluan Negara berdasarkan undang-undang.