Lompat ke isi

Halaman:Almanak Sumatera.djvu/223

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Belanda diganti dengan istilah Djepang, begitu pula orang²nja. Nama keresidenan ditukar dengan syú, residen disebut syú-rjókan, afdeling (kabupaten luhak) ditukar dengan bunsyú jang dikepalai oleh bunsyú-tjó: onderafdeling ditukar dengan gun, jang dikepalai oleh gun-tjó. Djabatan konteler ini, sebagian diserahkan kepada bangsa Indonesia, jaitu didaerah jang dianggap pemerintah Djepang tidak begitu penting.

Karena Bukittinggi djadi ibu kota, wali kota Bukittinggi (Bukittinggi Shi-tyó) dipegang oleh seorang militer Djepang berpangkat kolonel. Dewan Minangkabau diaktifkan kembali dengan nama Minangkabau Syú Sangi Kai.

Disamping itu kemudian diadakan pul: Seikaigansyú Hookookai (Badan Kebakrian Rakjat) Sumatera Barat, dekat saat Djepang menjerah.

Daerah² swapradja umumnja dihapuskan: di Atjeh baik daerah uleu balang maupun zelfstandige imeumschap (landschap atau wilajah) disebut negeri, jang identik dengan ketjamatan sekarang dinamakan son, dikepalai oleh son-tyo.

Djepang mengadakan perubahan terhadap batas beberapa wilajah, misalnja daerah Riau kepulauan dimasukkan ke Syoonan-to (Singapura) dan kedemangan atau district Bangkinang jang sebelumnja masuk keresidenan Sumatera Barat. dimasukkan dalam wilajah keresidenan Riau.

Perubahan lain jang diadakan Djepang ialah pemisahan kekuasaan kepolisian dengan pamongpradja. Ditiap keresidenan kepolisian berdiri sendiri, jang dikepalai oleh keimubutjo dan untuk kabupaten oleh keisatsu-tjo, dipegang oleh orang Djepang. Disamping polisi umum diadakan pula polisi istimewa jang bersendjara (tokubetsu), sematjam brigade mobil (tokubersu — istimewa).

Dibidang peradilan, masing² keresidenan mengeluarkan peraturan (syú-rei), jang menjederhanakan berbagai lembaga peradilan jang beraneka ragam dizaman Hindia Belanda dulu.

Sedjalan dengan "Djandji Kemerdekaan Indonesia” oleh Djepang, di Sumatera dekat masa achir pendudukan Djepang diadakan suatu Dewan Perwakilan Rakjat Sumatera (Sumatora Tyuo Sangi In), bsrkedudukan di Bukittinggi. Anggota²nja diangkat dari tiap" keresidenan, Dewan ini pernah bersidang satu kali. Ketua Dewan atau Gi-tj6 ialah Muhammad Sjafei (almarhum).

PEMERINTAHAN SUMATERA SEWAKTU PROKLAMASI

Pada saat Djepang menjerah, sebahagian besar tokoh² Sumatera masih berada di Bukittinggi, sehabis menghadiri sidang Tyuo Sangi In.

Untuk mewakili Sumatera dalam "Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia" jang telah dibentuk di Djakarta, sedianja akan berangkat Tyuo Sangi Ir. Gi-tjó (M. Sjafci), tetapi karena keberangkatan beliau di-halang²i olch Djepang, maka diutuslah Dr. M. Amir (almarhum), Mr. T.M. Hasan dan Mr. Abbas (alm.).

199