„SEKAPUR SIRIH”
(PRAKATA)
Dengan ridho Tuhan Jang Maha Pengasih maka selesailah sudah penjusunan dan penerbitan Almanak Sumatera terbitan 1969 ini jang telah menempuh djalan jang sangat rumit dengan penuh suka dan duka-tjitanja.
Penerbitan Almanak Sumatera jang pertama ini merupakan realisasi gagasan Panglima Antar Daerah Pertahanan Sumatera jang dituangkan dalam suatu surat keputusan Panganda Sumatera No. Kep. - 031/4/1968 tanggal 15 April 1968 tentang pembentukan suatu panitia untuk menghimpun, menjusun, menjiapkan dan menerbitkan suatu Almanak Sumatera. Isi almanak ini harus mentjakup bahan dan data umum mengenai wilajah ini setjara menjeluruh dan mutachir (up to date), sehingga dapat digunakan untuk perentjanaan dan pelaksanaan pembangunan wilajah seperti jang dikehendaki oleh Pemerintah dan Rakjat Indonesia.
Mengingat bahwa bahan dan data jang harus dikumpulkan itu berada ditiap daerah propinsi diseluruh wilajah Sumatera, maka penjusunan organisasi dan personalia dari panitia ini jang diberi nama „Panitia Almanak Nasional Sumatera 1969” Komando Antar Daerah Sumatera dengan singkatan „PANTRA 69”, harus disesuaikan dengan pembagian menurut administrasi pemerintahan sipil, jaitu dalam 7 propinsi, dan tidak menurut pembagian militer Angkatan Darat dalam 4 Komando Daerah Militer. Apabila disini Propinsi Bengkulu masih digabungkan dengan Propinsi Sumatera Selatan, disebabkan pada waktu itu Propinsi Bengkulu belum dibentuk dan diresmikan (pelaksanaannja baru pada tanggal 25 Nopember 1968). Diharapkan dalam waktu singkat ini perwakilan Pantra Propinsi Bengkulu dapat dibentuk. Dan sesuai dengan sifat panitia ini maka sebagian besar anggotannja terdiri dari orang² sipil (bukan ABRI), dengan semua Gubernur/Kepala daerah tingkat satu sebagai penasehatnja dan kepala² seksi serta kepala perwakilan Pantra Daerah ditundjuk oleh Gubernur jang bersangkutan. Mengingat bahwa almanak ini ditudjukan untuk menundjang program Pemerintah chusus dibidang pembangunan, maka soal pertahanan & keamanan tidak menonjol. Sekedar untuk diketahui setjara umum Bab Hankam ini ditjantumkan pula sebagai bab jang terachir dengan perobahan² struktur organisasi pada 4 Oktober 1969.
Usaha penerbitan almanak jang pertama untuk Sumatera memerlukan pembiajaan jang tidak ketjil, sedangkan dana untuk ini tidak disediakan. Berkat pengertian jang baik dan kerdjasama jang harmonis, maka beberapa instansi jang jakin betapa pentingnja adanja almanak ini telah bersedia setjara njata memberikan bantuan keuangan jang memungkinkan
v