Lompat ke isi

Halaman:Album wayang kulit banjar.pdf/44

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

33.PATALA MARYAM

Patala Maryam adalah anak Prabu Dasamuka dengan Dewi Urangrayung , putri Hyang Maniklodra di Kayangan Kandabu mi. Patala Maryam kalau di pedalangan Jawa terkenal namanya dengan Topengwaja. Dalam perang besar Alengka Patala Maryam banyak membawa korban, akibat kesaktian dari Topengwaja , yang barang siapa dipandang pasti akan lebur/ hancur. Namun atas nasehat Wibisana, Anoman disuruh menghadapinya dengan membawa kaca raksa yang bisa memantulkan/ mengembalikan cahaya panas yang ditimbulkan dari topengwaja tersebut. Karena kaca inilah akhirnya pandangan mata saktinya topeng itu memantul kembali dan langsung membakar hangus tubuh Patala Maryam sampai ajalnya.

33. PATALA MARYAM

Patala Maryam is the son of Prabu Dasamuka and Dewi Urangrayung, daughter of Hyang Maniklodra in the kayangan (kingdom of the gods) of Kandabumi. in the Javanese shadow puppet, Patala Maryam is known as Topeng waja.

In the great war of Alengka, Patala Maryam killed many of his enemies, because anyone who was stared by him will be perished. At Wibisana’s advice, Anoman was told to charge him with a huge mirror that can reflect-the hot light emanated from the Topengwaja. The reflected light burned Patala Maryam to his death.