32. PATIH PRAHASTA Prahasta adalah anak Prabu Sumali, Raja Alengka sebelum Dasamuka, Prahasta bersaudara dengan Dewi Sukesi istri Begawan Wisrawa, yang kemudian menurunkan Rahwana bersaudara. Setelah Rahwana dinobatkan menjadi raja Alengka, kemudian Prahasta diangkat sebagai Maha patih negara Alengka. Prahasta sebagai panglima perang memimpin pasukan menghadapi prajurit kera Pancawati yang dipimpin Patih Anala dari Gua Kiskenda. Dalam peperangan Prahasta mendesak dan memburu Anala, sehinga peperangan mereka sampai di tepi hutan Alengka. Anala merasa terdesak mendapat serangan Prahasta yang membahayakan. Seketika itu Anala mencabut sebuah tugu yang berdiri tegak di dekatnya, kemudian di gempurlah kepala Prahasta, hingga ajalnya. Kepala Prahasta hancur dan kemudian tugu itu kemudian kembali ke asal menjadi Dewi Indrati yang kena kutuk Resi Gotama dari pertapaan Grastina. Dewi Indrati adalah ibu Resi Subali, Dewi Anjani dan Sugriwa Raja Gua Kiskenda.
32. PATIH PRAHASTA Prahasta is the son of Prabu Sumali, who was the king of Alengka before Dasamuka. Prahasta is the brother Dewi Sukesi, wife of Begawan Wisrawa, who bore him Rahwana and his siblings. When Rahwana became the king of Alengka, Prahasta was appointed his Mahapatih (Prime Minister). In the great war of Alengka, Prahasta led the Alengka troops to fight against the Pancawati monkey troops under Patih Anala from Gua Kiskenda. Prahasta managed to push Anala to the edge of Alengka forest. Cornered, Anala took a monument nearby and smashed it on Prahasta's head. Prahasta's head was shattered and the monument transformed into Dewi Indrati. She is the mother of Resi Subali, Dewi Anjani, and Sugriwa, who was cursed
by Resi Gotama from Grastina monastery.,