Lompat ke isi

Halaman:Album wayang kulit banjar.pdf/42

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

31. PRABU DASAMUKA

31. PRABU DASAMUKA

Dasamuka adalah raja Alengka, anak dari begawan Wisrawa dengan Dewi Sukesi, putri Prabu Sumali, Raja Alengka sebelum Dasamuka. Dasamuka mempunyai istri Permaisuri bernama Dewi Tari, putri dari Hyang Indra. la mempunyai seorang putra bernama lndrajid (Megananda) yang menjadi putra mahkota Alengka. Anak Dasamuka dengan istri lain diantaranya Tri Kaya, Tri Sirah, Tri Netra, Patala Maryam, Tri Murcia. Negara Alengka pada jaman pemerintahan Dasamuka sangat tenar, kekuasaannya sangat besar, makmur dan kaya raya, angkatan perangnya kuat, bala tentaranya banyak dan sakti-sakti. Sehingga banyak yang tertindas karena tindak kesewenangan Dasamuka. Di dalam Ramayana diceritakan, bahwa Prabu Dasamuka berhasil menculik Dewi Sinta permaisuri prabu Sri Rama Wijaya. Akibat perbuatannya ini. terjadilah perang besar antara Alengka melawan Ayodya / Pancawati. Di dalam perang Alengka tersebut diceritakan, bahwa Dasamuka mati oleh Sri Rama dengan perantaraan panah sakti Guwawijaya. Untuk memastikan kematiannya, maka Anoman menimbun tubuh Dasamuka dengan gunung Kendalisada

31. PRABU DASAMUKA

Dasamuka is the king of Alengka. He is the son of Begawan Wisrawa and Dewi Sukesi, the daughter of Prabu SumaIi (the king of Alengka before Dasamuka). Dasamuka's queen is Dewi Tari, daughter of Hyang Indra. They have a son, lndrajid or Megananda, who was the crown prince of Alengka. Dasamuka also has several children from his other wives, among others: Tri Kaya, Tri Sirah, Tri Netra, Patala

Maryam, Tri Murda. Under his reign, Alengka was very famous. The kingdom was rich and has a great power. Its armed force is solid and has a great number of soldiers. Many kingdoms have suffered because of Dasamuka's vileness. In a chapter of the Ramayana epic, Prabu Dasamuka kidnapped Dewi Sinta, queen of Prabu Ramawijaya. This incident caused a great war between Alengka and Ayodyal Pancawati. In the war, Dasamuka was killed by Guwawijaya, the powerful arrow of Sri Rama. To ensure his death, Anoman buried Dasamuka's body under the Kendalisada mountain.

36