Lompat ke isi

Halaman:Aku Si Gadis Bisu.pdf/81

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

• Antologi Cerpen Remaja Se-DIY 2009 •

seminggu ini menunggunya di depan kelas. Tanpa pikir panjang kutarik tangan Evan menuju ruang tata usaha begitu bel istirahat menyentak. Ternyata dia tinggal tak jauh dari sekolah, tak butuh banyak waktu aku pasti bisa segera bertemu dengannya. Batinku girang.

Evan bersikeras ikut, tapi aku tak lebih kurang keras kepala dari pada dia. Aku tak ingin siapa pun mengganggu pertemuan pertamaku dengan pemilik diary biru ini. Termasuk Evan. Dan akhirnya Evan menyerah, aku tahu itu. Evan cukup tahu seberapa besar volume sifat keras kepalaku, jadi dia tak begitu banyak protes.

“Dinda…..i’m coming!!!”

★ ★

Bandung, 15 februari 2009; jam 8 malam

“Hatiku berdebar. Kau tahu mengapa?! Ya, besok aku akan mengikuti tes beasiswa kuliah dari Diknas kota. Aku begitu berharap banyak. Aku tak ingin berhenti sampai SMA, aku yakin jalanku masih panjang dan masih banyak lautan ilmu terbentang belum kuketahui. Kau ingat dulu bapak sering bilang, “ kita hidup untuk berusaha, bukan untuk duduk diam dan pasrah. Jadi teruslah berusaha sampai jantungmu berhenti berdenyut!” aku tak pernah melupakan itu!
Bismillahirrahmanirrahim…..aku pasti bisa! Insyaallah!!”

Salam Damai, A. P

★ ★

Saat air mata langit deras mengguyur bumi Bandung, hatiku nyeri mengerang. Lidahku sekejap kelu membisu. Tak ada yang mampu terucap. Tak ada gemerisik yang terdengar. Seluruh inderaku seketika berhenti berfungsi. Evan menepuk pundakku lemah. Mataku nanar menatap tak percaya. Tuhan, biarkan ini hanya mimpi. Kumohon bangunkan aku segera, sekarang! Sekarang, Tuhan! Kenapa Kau tak mendengar?! Aku ingin Kau mem-

72