Lompat ke isi

Halaman:Aku Si Gadis Bisu.pdf/75

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

• Antologi Cerpen Remaja Se-DIY 2009 •

Bandung, 5 januari 2009; jam 13’30

“Ibu sakit lagi…..
Aku nggak tahu harus gimana. Padahal aku udah nyuruh ibu nggak usah ngambil cucian lagi di rumah pak Sugih. Tapi ibu ngeyel, katanya kasihan lihat aku. Aku kan udah besar, tenagaku masih kuat, kalau Ibu sakit kaya gini aku jadi nggak bisa konsen kerja. Hari ini aku ngambil Koran lebih banyak, mudah-mudahan bisa habis biar Ibu bisa cepat minum obat dan sehat lagi. Amiiin…..

Salam Damai, A. P.”

★ ★

Satu minggu yang lalu aku temukan diary ini di bangku taman sekolah. Covernya nggak begitu bagus sih. Warnanya biru, cuma ada gambar dua ekor kupu-kupu berwarna kuning dan hitam. Tadinya nggak begitu menarik perhatianku, iseng aja kubuka dan kubaca isinya. Eh, keterusan deh! Bukan diary kebanyakan yang isinya paling mentok tentang cinta-cintaan, lebay! Ini berbeda, nggak ada sedikit pun kisah cinta di dalamnya. Yang kurasakan ada semangat yang menggebu di sana. Ada hidup yang nggak biasa. Ada perjuangan yang penuh liku. Dan ada hal-hal yang belum pernah aku tahu sebelumnya.

Begitu penasaran sampai nggak sempat kupikirkan yang lain, selain siapa pemilik diary biru ini. Hari ini pun saat bel istirahat berkoar-koar, langkah seribuku hanya terpacu pada satu tempat, bangku taman sekolah. Berharap sang pemilik diary tiba-tiba datang dan meminta diarynya kembali. “Suer deh, aku nggak akan tahan diary ini!” Ya, meskipun sebenarnya pengen banget aku minta. Tapi aku yakin diary ini juga sangat penting buat dia.

Sambil menunggu dia datang, kubuka kembali lembaranlembaran diary itu.

★ ★

66