Lompat ke isi

Halaman:Aku Si Gadis Bisu.pdf/72

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

• AKU SI GADIS BISU •

“Benarkah, Pak?” tanyaku meyakinkan.

“Iya, Nak,”

Bapak Kepala Sekolah memberitahukan kepada seluruh warga sekolah bahwa besok akan diadakan kegiatan sekolahku hijau dan menyuruh untuk ikut berpartisipasi menyumbang satu buah tanaman.

★ ★

Sudah genap satu minggu sekarang. Sekolahku semakin hijau dan bersih saja. Saat aku sampai di sekolah, tak seorang pun ada. Di mana mereka semua? Aku langsung masuk ke kelas. Di kelas juga sepi. Aku menaruh tasku di atas meja, dan bergegas keluar. Mungkin saja aku bertemu salah satu temanku.

Tiba-tiba Mega datang dan menghampiriku. Ia mengajakku ke aula. Di sana semua telah berkumpul. Ada acara apa ya kenapa semua berkumpul di aula sekolah?

Bapak Kepala Sekolah pun langsung maju ke atas panggung.

“Selamat pagi, anak-anak!” sapa Bapak Kepala Sekolah.

“Selamat pagi juga, Pak!” jawab kami serempak.

“Bapak ingin menyampaikan beberapa berita menggembirakan pada kalian. Kalian ingat seminggu yang lalu, sekolah kita melaksanakan kegiatan sekolahku hijau. Ternyata ada seorang wartawan dari salah satu surat kabar meliput kegiatan kita dan liputan berita tersebut di pajang di halaman depan surat kabar tersebut. Dan berita yang paling menggembirakan lagi Bapak Walikota mengetauhi berita tersebut dan memberi penghargaan kepada sekolah kita sebagai serkolah terbersih dan terhijau.”

Tepuk tangan dan sorak-sorai terdengar di mana-mana.

“Bapak ingin memberi ucapan terimakasih dan penghargaan kepada perwakilan salah satu dari murid-murid Bapak yang luar biasa berani dan hebat ini. Apa pun yang terjadi mereka terus berjuang. Kepada adinda Kencana Puspita Sari dimohon untuk naik ke atas panggung,”

Betapa kagetnya aku. Perasaan senang, haru, dan bangga bercampur menjadi satu. Rasanya aku ingin berjingkrak-jingkrak

63