Lompat ke isi

Halaman:Aku Si Gadis Bisu.pdf/66

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
• AKU SI GADIS BISU •

“Sama, aku juga sudah tidak sabar,”

“Tapi sayang ya, taman seluas dan selebar ini tidak ada macam-macam tanaman,” seruku sambil melihat sekitar taman di sekolahku.

“Iya, apalagi banyak sampah yang berserakan. Seakan-akan tidak ada yang peduli akan keindahan dan kebersihan lingkungan,”

“Menurutmu apa yang bisa kita lakukan?” tanyaku pada Mega.

Saat aku melihat jam tanganku, ternyata sudah waktunya upacara pembukaan segera dimulai. Aku dan Mega segera menuju ke halaman depan. Ketika aku berjalan, tanpa sengaja aku menabrak seseorang. Parahnya lagi tidak kusangka aku menbrak kakak kelas. Syukurlah kakak kelas itu tidak terlihat marah padaku.

“Maaf, Kak. Saya tidak sengaja menabrak kakak,” seruku meminta maaf pada kakak kelas itu.

“Tidak apa-apa. Kamu pasti anak baru ya?!” jawab kakak itu.

“Iya, Kak!”

“Siapa nama kamu?” tanya kakak itu padaku.

“Nama saya Kencana Puspita Sari. tapi kakak bisa memanggil saya Sari,”

“Nama kamu Sari. Kenalkan saya Randha, ketua OSIS sekolah ini,”

Untung saja Kak Randha orang yang baik dan tidak pemarah. Kak Randha menyuruh kami berdua untuk segera menuju ke halaman depan.

Sesampainya di sana, upacara belum dimulai. Tetapi, susananya ramai sekali. Aku jadi semakin tidak sabar saja.

★ ★

Teeeeet! Teeeet!

Terdengar bel berbunyi. Murid-murid baru segera berbaris dengan rapi. Upacara langsung di mulai. Setelah selesai upacara

57