• AKU SI GADIS BISU •
menyepelekannya. Tentu mereka menginginkan ilmu, termasuk aku. Memang, kampusku termasuk kampus terkenal, seleksi ketat, dan hanya yang benar-benar pandai yang bisa masuk. Suap ditolak.
Akhirnya lift yang tadi kusetel lambat, tiba di lantai delapan. Aku masuk kelas, dosen tiba, lalu pelajaran pun dimulai.
“Pagi ini kita akan membahas pengembangan program Great Friend. Ia masih punya banyak kelemahan, apa itu?”
“Sulit menerima masukan suara, Pak…!”
Ah malas! Bukankah ini sudah dibahas dua minggu lalu di kuliah mandiri? Memang susah, mungkin ada yang meminta diulang. Aku menatap laptop di atas mejaku.
“Virusnya…!” gumamku teringat.
Kembali terbayang sosok 1 Nice Agra.jpg dan 2 Bad Agra.jpg. Ini kesempatan. Daripada menganggur –aku sudah jelas dengan materi dosen- lebih baik meng-upload ²virus! “Ya! Ya! Lakukan!”
“Ctak…ctak ctak…! Klik! Ctak!”
Dengan keahlianku virus siap untuk di-upload, situs-situs yang sering dikunjungi baik bidang pendidikan, ekonomi, kegemaran remaja, hukum, keamanan, politik, budaya, dan lain-lain kubuka. Akrirnya tinggal satu kali klik ‘enter’. Aku bimbang lagi.
“Jangan!”
“Apalagi? Semua sudah siap! Kau tak punya teman!”
“Jangan! Itu tidak baik!”
“Kau diberi tempat di pojok, kau dibenci! Kau tak dianggap!”
“Kau akan jadi penyebab kemarahan banyak orang!”
“Ayo, belum tentu virus itu berbahaya, kan?! Ayo!”
“Tidak! Kau pengecut! Bagaimana jika mengenai orang yang kau sayangi?”
“Tak ada lagi kasih sayang!”
“Ayah?”
–––––––––––––––––––––––––––––––––
² Mengirim data ke internet sehingga dapat diakses oleh para pengguna internet.
53