Lompat ke isi

Halaman:Aku Si Gadis Bisu.pdf/47

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
PULANGLAH!
Oleh: Yuni Uswatun Khasanah

Penari cantik itu sebentar pun tak mengedipkan mata, bibir indahnya melengking seperti bulan sabit. Kiranya hanya itu yang bisa dilakukan. Lukisan itu tertempel di dinding tepat di hadapanku. Di sampingnya, detak jarum jam yang berisik tak lelah untuk berputar. Aku termenung mencoba meraba–raba benda persegi yang berbalutkan kaca, entah sejak kapan aku melakukannya. Tepat di pojok kamar aku menunduk setelah memandang sekeliling kamar. Kurasakan hawa yang berbeda di bawah jendela kamar ini. Angin semilir berhembus menambah kepedihan mataku yang baru saja meneteskan tangisan yang kesekian kalinya. Tanganku menggenggam erat album yang hanya tinggal kenangan saja.

Terlihat aku berdiri di samping Ayah dan Bundaku, kami bertiga terlihat begitu bahagia. Pemandangan hamparan kebun teh yang hijau di belakang kami pun sangat indah. Sebentar. Tak hanya itu yang kulihat. Mataku sedikit menyipit ketika ada seorang lagi yang muncul di album foto itu. Mirip sekali denganku. Tak mungkin itu bayanganku. Pikirku. Baju yang dikenakannya pun sama dengan yang kukenakan. Sama persis, sedikit pun tak berbeda.

“Braaaak….!!” Seketika, album foto di tanganku jatuh pecah berantakan.

38