Lompat ke isi

Halaman:Aku Si Gadis Bisu.pdf/44

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

• AKU SI GADIS BISU •

“ Walaupun bumi tak seindah bulan, tapi bulan tak sebaik bumi kan.”

“ Maksud Bapak?”

“ Bulan itu indah. Kamu bisa menikmatinya. Kamu hanya bisa melihatnya, tapi tidak memilikinya. Tapi di bumi, kamu bisa menikmati kehidupan di sini sekaligus memilikinya. Rumah, tanah, udara, dan saudara.”

Sungguh aku kagum dengan jawaban B?apak. Bagaimana bisa Bapak merangkai kata-kata indah seperti itu jika sebelumnya hanya cacian yang kudengar.

“ Bapak dulu seorang angkatan. Tap, karena kerusuhan waktu itu, mata Bapak cacat. Lalu Bapak menghilang dari pekerjaan. Mungkin Bapak dikira sudah mati karena tak banyak dari teman Bapak yang bisa selamat dari kerusuhan dan pemberontakan waktu itu.”

“ Bapak tak pernah cerita soal itu.”

“ Apa yang pernah Bapak ceritakan kepadamu? “

Aku hanya tersenyum. Benar kata Bapak. Bapak tak pernah bercerita kepadaku. Malam itu menjadi awal aku bisa merasakan diriku sebagai seorang anak dari sebelumnya. Aku tak percaya kalau Bapak bisa menjadi penyayang dan lembut dari kekerasan sikap yang sebelumnya selalu diberikan kepadaku. Tapi, apa yang mengubah sikap Bapak? Aku pun tak tahu.

★ ★

Malam berikutnya, waktu aku sedang duduk di teras, Kakak pulang. Mukanya benjol dan biru-biru. Sepertinya ia habis dihantam pukulan. Sambil merintih kesakitan, kakaku mengobrak-abrik lemari. Entah apa yang dicari, tapi dia sedang kehabisan uang. Lalu ia masuk ke kamar. Aku teringat akan tulisan-tulisanku. Oh... aku baru ingat jika semua coretanku itu aku simpan di lemari. Jangan sampai kumpulan kertas itu rusak di hantam tangan kakakku. Aku masuk ke dalam dan melihat semuanya berantakan. Aku mencari ke sana kemari tapi tak

35