Lompat ke isi

Halaman:Aku Si Gadis Bisu.pdf/40

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

• AKU SI GADIS BISU •

selalu disayang oleh Bapak. Ia tumbuh sebagai seorang laki-laki yang dibanggakan Bapak. Walaupun tingkah lakunya sama sekali tak pernah menyenangkan Bapak, aku dididik sebagai seorang laki-laki. Bahkan, aku dianggap sebagai anak laki-laki Bapak yang tak pernah disayanginya. Aku pun tumbuh dengan jiwa seorang laki-laki. Keras dan selalu dituntut disiplin.

Setiap hari aku harus bekerja membantu Bapak dan kakakku untuk memunguti sampah. Aku dan kakakku memang tak sekolah. Mayoritas anak-anak di desaku memang tak mengenyam pendidikan. Mereka mengorbankan waktu mereka untuk mencari nafkah di pinggiran kota demi hidup mereka sendiri-sendiri. “Punguti sampah dan botol plastik”. Itulah mottoku setiap hari. Bagi orang kaya sampah itu musibah, tapi bagiku sampah itu anugerah. Setiap hari, aku dan anak-anak lainnya harus mengaiz sampah. Setelah seharian bekerja, Bapaklah yang menentukan mana yang layak untuk dijual. Berbeda dengan Kakakku. Aku tak begitu tahu pekerjaannya. Dia sering bergabung dengan preman-preman pasar. Meminta uang dengan paksa dari pedagang-pedagang yang tak kalah susah hidupnya. Pekerjaan samping Bapak adalah memperbaiki alat-alat elektronik. Tapi, itu pun juga harus dengan bantuanku. Maklum, pengelihatan Bapak tak sebaik pengelihatanku. Mata kiri tak bisa melihat dengan jelas. Namun, segala sesuatunya harus aku lalukan dengan sabar. Tak sedikit omelan datang dari Bapak jika aku tak sengaja melakukan kesalahan atau kerjaku yang tak secepat seperti yang diharapkan Bapak.

Bertengkar dan berdebat sering terjadi antara aku dan Bapak. Jika terjadi, biasanya aku pergi dari rumah. Tapi, bukannya kabur, aku hanya bosan melihat celotehan Bapak yang hanya membuatku sakit hati saja.

Setelah seharian bekerja, biasanya aku pergi ke tanah lapang dekat sungai. Di situ selalu ramai dengan anak-anak. Ada yang bermain sepak bola, mengulur layang-layang ataupun berlarian. Tempat itu juga merupakan jalan dari setiap orang yang berlalu

31