Lompat ke isi

Halaman:Aku Si Gadis Bisu.pdf/34

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
• AKU SI GADIS BISU •

dibuka kesempatan pendaftaran. Keluarga kami sudah terdaftar, tetapi Pak Raharja kongkalikong dengan Bapak. Mungkin juga sedikit memaksa untuk memalsukan kartu keluarga dengan membuat satu kartu baru atas nama Simbok. Lalu untuk apa beliau bersusah payah ?. Kata Simbok kompornya akan dijual untuk dimasukkan ke kas desa.

“Assalamualaikum….!”, Pak Raharja mengetuk pintu.

“Waalaikumsalam, Pak Raharja. Silakan masuk Pak!”, Bapak berjabat tangan dan masuk keruang depan, yang berisi dua kursi panjang berhadapan dengan satu meja kotak. diantaranya. Tidak ada property lain.

“Maaf Pak! Kalau saya mengganggu waktunya. Begini, saya disuruh Pak RT untuk menyampaikan undangan rapat.”Ia membuka tasnya dan mencari sesuatu. Kemudian menyerahkan selembar kertas.

“Ada rapat apa Pak?”, Bapak membaca undangan”Rapat Klarivikasi Surat Tanah. Loh, ada masalah mengenai surat surat tanah desa ini atau pemutihan surat tanah Pak?”.

“Wah kalau soal itu saya tidak tahu. Yang jelas Bapak diminta hadir di rumah Pak RT, disana pasti lebih jelas”, Pak Raharja merapikan tas dan bersiap pulang.

“Kalau begitu, saya izin pulang dulu. Jangan lupa rapatnya nanti malam Pak!”.

“Tentu Pak”, Bapak menyahuti obrolan Pak Raharja.

Bayang bayang Pak Raharja menghilang di balik pohon pisang didepan rumah. Dan Bapak bersiap pergi. Simbok menghampiri Bapak yang sedang mencari jaket .

“Pak, jangan jangan akan dilakukan penggusuran rumah untuk membangun hotel”, kemudian Simbok duduk,”Atau mungkin pelebaran jalan didepan itu !”.

“Tenanglah, semuanya masih dugaan. Belum tentu ada masalah, mungkin juga hanya pengarahan pembuatan surat tanah yang baru. Nanti setelah rapat di rumah Pak RT Bapak ceritakan semuanya.”

25