Lompat ke isi

Halaman:Aku Si Gadis Bisu.pdf/33

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
• Antologi Cerpen Remaja Se-DIY 2009 •

lagi belut disawah ini?”, aku menatap perumahan disebelah timur yang menjulang.

“Kata orang, sekarang zaman modern. Sudah tidak zaman lagi anak anak bermain lumpur, atau mencari belut. Zaman sudah berubah, mereka tidak tahu lagi cerita Dewi Sri. Mereka taunya siapa itu Su…Suparman , di Tipi itu loh. “

“Bapak, itu namanya Superman bukan Suparman. Ada saja bapak ini..”, aku tersenyum mendengar ke-kuno-an Bapak.

“Padahal cerita Superman tidak ada manfaatnya bagi kita Nduk. Dewi Sri yang merelakan jiwa raganya untuk melebur menjadi benih-benih padi. Ia telah meninggalkan kedudukan sebagai permaisuri, mengubur perasaan cinta kepada Raden Sadana dan hidup terlunta lunta untuk membunuh keangkaramurkaan para raksasa. Bahkan para dewa dikayangan juga mengirim burung Pipit dan belalang untuk mengancurkan benih dari jasad Dewi Sri. Sungguh pengorbanan itu telah menghidupi dan memberi harapan rakyat Purwacarita. Tetapi anak sekarang tidak mau tahu dari mana butir padi berasal ! “, bapak membetulkan duduknya, “Oleh karena itu, jangan pernah menyiakan setiap bulir beras. Ora ilok ! “.

Benar juga kata Bapak. Cerita itu hanya ada dibenak orang orang dahulu, seperti Bapakku. Aku atau adikku tentu tidak percaya dengan cerita cerita semacam itu. Padi tumbuh subur karena dirawat, karena dibajak, diairi, dan diberi pupuk.

★ ★

Senja sore ini masih jingga. Meninggalkan kubah angkasa, bersembunyi di ujung langit. Rembulan kehabisan darah perlahan merangkak. Gumpalan mega itu membentuk bayang bayang gelap. Kelelawar mengepak meliuk membelah senyap. Jangkrik, anjing, burung Hantu, bersembunyi meneriakkan lagu malam.

Tidak biasanya Pak Raharja berkunjung ke rumah kami. Beliau adalah tangan kanan Pak Ramlan, Ketua Rukun Tetangga di kampung ini. Dulu, beliau pernah datang karena ada urusan kompor elpiji. Katanya ada sisa anggaran kompor sehingga masih

24