Lompat ke isi

Halaman:Aku Si Gadis Bisu.pdf/22

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
• AKU SI GADIS BISU •

Kata orang, hidupku itu sempurna. Aku dilahirkan di tengahtengah keluarga yang berada. Kedua orang tuaku bisa dibilang sama-sama sukses di bidangnya masing-masing. Kata mereka juga, aku hidup bak di sangkar emas. Apa pun yang kupinta selalu ada di hadapanku. Tapi aku merasa, aku ada di neraka. Dengan segala gunjingan Ibu tentang Ayah. Dengan segala makian Ayah tentang Ibu. Aku bahkan tak tahu mana yang benar dan mana yang salah dari mereka.

Mereka berdua, bagiku adalah aktor yang hebat. Tanpa cela. Sempurna. Mungkin jika ada agensi yang melihat sandiwara mereka berdua, mereka dengan senang hati akan merekrutnya. Bagaimana tidak, di depan orang banyak mereka adalah pasang serasi. Bak Romeo dan Juliet, atau Rama dan Sinta. Seorang pria tampan dan wanita cantik. Mereka adalah pasangan harmonis di luar sana. Tak ditampakkannya wajah garang mereka. Saling menyanjung sama lain. Entah, itu datang dari hati ataukah hanya topeng belaka. Aku tak tahu....

Jujur, aku tak butuh kebohongan mereka. Bahkan aku rela menukar semua yang pernah kudapatkan di dunia ini dengan kedua orangtua yang utuh. Yang peduli denganku. Pikiran itu terus berkecambuk di benakku. Menari-nari seperti mimpi. Dan akhirnya aku tertidur. Meninggalkan penatnya dunia.

★ ★

Hari ini adalah pengulangan hari yang lalu. Tak ada yang istimewa. Bahkan boleh dikata membosankan.

“Mendung” gumanku saat aku memandang langit.

Aku mencari-cari mobil jemputanku. Tapi sedari tadi tak kulihat mobil itu. Sepertinya kata lupa menjemput sudah menjadi rutinitas tersendiri.

“Tik.........tik....tik....tik..... tik.....”

Tetes tetes air hujan semakin lama semakin deras. Kupaksakan tubuhku yang setengah basah ini untuk berlari. Mencari tempat berteduh sedekat mungkin. Dan akhirnya aku terdampar di emperan sebuah toko.

13