Lompat ke isi

Halaman:Aku Si Gadis Bisu.pdf/18

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
• AKU SI GADIS BISU •

“Lia, ada apa dengan kamu? Nilai kamu akhir-akhir ini turun. Tadi Ayah ditelepon wali kelasmu, katanya kamu sering melamun di kelas. Ada apa sebenarnya? Ada masalah?” Ucap ayahku.

Aku menggeleng. Takut.

“Lia, jangan berbohong. Tidak baik berbohong! Dosa. Kamu bisa cerita sama Ibu! Jangan dipendam sendiri! Kamu tidak menganggap Ibu ada?”

Ibu yang menganggapku tidak ada, runtukku dalam hati.

“Kami kecewa padamu! Kamu terlalu tertutup!”

Aku yang kecewa pada kalian, yang selalu tidak mengerti aku. Tidak mengerti bahwa anak kalian ini tertekan.

“Kami hanya ingin kamu tidak merasa beda. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik, tetapi kamu tidak pernah mau mengerti, Lia!”

Justru kalian yang membuatku merasa beda. Aku juga selalu berusaha! Bahkan lebih! Aku mengorbankan perasaanku demi kemauan kalian, apakah kalian mengerti?

Saat ini aku marah sekali. Kesannya aku yang selalu salah. Yang selalu tidak mengerti apa kemauan mereka. Aku benar-benar jengkel. Ya Tuhan, aku ingin sekali marah! Tapi pada siapa? Keadaan? Aku sungguh tidak mengerti. Lagi-lagi aku hanya bisa menahannya dalam hati. Sepertinya kalau aku bertahan hidup lebih lama sedikit saja, mungkin hatiku sudah bengkak dan memar-memar gara-gara tidak kuat menampung penderitaanku, menampung segala perasaanku yang terpendam. Kasihan hatiku. Tunggu, aku ralat. Kasihan aku!!

“Mungkin kamu tidak pernah mendengar nasihat kami. Atau mungkin sudah bosan. Tapi, kami hanya ingin kamu berprestasi walaupun dengan keterbatasan fisikmu. Kami ingin kamu jadi anak yang sempurna seperti anak-anak lain. Kami. .”

“CUKUUP!!” Teriakku.

Teriakku? Aku bisa bicara! Ya Tuhan, aku senang sekali. Orang tuaku hanya melongo memandangku.

9