Lompat ke isi

Halaman:Aku Si Gadis Bisu.pdf/15

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

• Antologi Cerpen Remaja Se-DIY 2009 •

Lagi. Nasihat itu lagi. Aku hanya berdoa! Aku membutuhkan waktu untuk berdoa. Toh, aku bukan melamun atau apa. Aku berdoa! Apa itu salah? Apa yang aku lakukan selalu salah? Tapi, aku hanya bisa menurut. Aku memakai sepatuku dengan tergesa. Lalu segera berpamitan kepada Ibu.

Pagi ini aku berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Aku sudah kapok naik angkot. Takut bertemu orang-orang seperti ibu itu lagi. Atau mungkin juga aku malu. Malu mengakui kelemahanku. Lagipula ada satu alasan lagi yang membuatku tetap semangat berjalan kaki ke sekolah. Sebenarnya tidak ada yang tahu tentang hal ini. Aku menyukai seseorang! Seseorang yang belum aku kenal. Setiap aku naik angkot, ketika angkot itu melewati sebuah halte, aku selalu menyempatkan diri untuk menengok keluar jendela. Karena di sana ada seorang anak laki-laki, orangnya tinggi dan manis, sebayaku yang duduk-duduk di halte bersama teman-temannya. Mungkin membolos. Mungkin juga menggoda gadis-gadis cantik yang lewat. Tapi aku tahu, dia anak yang baik. Waktu itu aku pernah melihat teman-temannya memukuli orang gila yang tidak salah apa-apa. Ya, kecuali dia! Dia hanya diam dan melihat tanpa ikut-ikutan memukuli. Aku yakin dia anak yang baik. Sejak itu aku makin menyukainya.

Aku berjalan dengan langkah yang panjang-panjang. Berharap bisa bertemu dengan dia. Lagi pula aku takut terlambat. Aku malas mencari masalah dengan petugas piket di sekolah. Aku cuma ingin menjaga citra sebagai orang bisu.

Tanpa kusadari aku sudah berjalan di depan halte. Aku melihat gerombolan cowok-cowok itu sekitar dua meter di depanku. Ya Tuhan, ada dia! Jantungku berdetak kencang. Tiba-tiba mereka melihat ke arahku. Sempat surut niatku untuk bertemu dengan dia. Setengah takut, setengah grogi. Tahu sendiri kan betapa tidak nyamannya berjalan sendirian di depan sekitar sepuluh orang cowok anak SMA yang sedang membolos. Tapi mereka sudah terlanjur melihatku. Akan menjadi masalah kalau aku tiba-tiba berlari menghindari mereka. Jadi, kuputuskan untuk tetap cuek

6