Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 14, No. 1, Juni 2022
Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
pada saat melakukan shalat saja, melainkan juga mengatur tata kehidupan secara universal. Dalam rentang waktu yang cukup panjang itulah, bahasa Arab telah menjadi bagian yang sangat penting dalam ekspresi budaya suku-suku bangsa di nusantara. Masuknya bahasa Arab ke Indonesia yang akhirnya dipelajari sebagai salah satu alat yang dapat digunakan untuk memperdalam pengetahuan Agama Islam (Suroiyah & Zakiyah, 2021). Istilah-istilah dan ungkapan kesusastraan Indonesia banyak menggunakan istilah-istilah Arab, seperti kata-kata hikayat, kisah, syair, sajak, shahibul hikayat, syak, madah dan hatta. Istilah dan ungkapan tersebut banyak dijumpai dalam kesusastraan Indonesia klasik (Nur, 2014). Selain kosakata, pengaruh bahasa Arab terhadap bahasa Indonesia juga dapat dilihat pada aksara Arab yang digunakan pada bahasa Indonesia maupun bahasa daerah. Sampai saat ini masih banyak dijumpai tulisantulisan, buku-buku, baik buku agama, hikayat maupun sastra yang ditulis dengan menggunakan aksara (huruf) Arab yang dikenal dengan ArabMelayu atau Arab-Jawi (Pegon) (Pantu, 2014). Sehingga tak heran jika banyak sekali kosakata Arab yang diserap ke dalam bahas Indonesia. Permasalahannya adakah kosakata
adalah, bahasa
DOI: https:/doi.org/10.37108/diwan.v14i1.722
Indonesia yang diserap ke dalam bahasa Arab? Apakah tidak mungkin hal tersebut terjadi? Apalagi dengan adanya hubungan yang sinergis antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Peneliti mencoba menggali dan akhirnya menemukan buku kamus kosakata bahasa Arab yang diserap dari bahasa non-Arab dengan judul Ad-Dakhiil Fii AlLughah Al-Arabiyyah Al-Hadiitsah Wa Lahjaatihaa yang jika diterjemahkan, kurang lebih kitab tersebut berjudul Kamus Kosakata Serapan Dalam Bahasa Arab Terkini dan Cara Pengucapannya. Kitab tersebut ditulis oleh ahli bahasa bernama Vaniyambadi Abdur Rahim yang berasal dari India namun sangat fasih berbahasa Arab, beliau juga adalah poliglot yaitu orang yang pandai dalam berbagai bahasa, bahkan dengan kemampuan berbahasanya yang luar bisa, beliau bisa mengajarkan bahasa Arab kepada penutur selain Arab (fiqihbashori, 2021). Dari sampul bukunya, beliau sisipkan bahasa Korea, Cina, Sanskerta, Rusia, Suryani, Latin, Yunani, Ibrani, hingga bahasa-bahasa lainnya, yang menunjukkan bahwasanya banyak sekali bahasa Arab yang diserap dari bahasa selain Arab. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui ada tidaknya kosakata bahasa Indonesia yang diserap ke dalam bahasa Arab, agar semakin luas pengetahuan kita tentang kebahasaan, tidak
55