Lompat ke isi

Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/68

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Tering Sebrang adalah kampung yang masyarakatnya paling majemuk [1] Berbicara mengenai persebaran penduduk menurut latar belakang etniknya, menurut Bapak Acip (Kepala Lembaga Adat Kecamatan Tering), orang Dayak Tunjung tersebar di beberapa kampung, seperti Kampung Tering Sebrang, Muara Mujan, Kelubaq, Jelemuq, dan Muyup Ilir. Adapun orang Dayak Bahau kebanyakan bermukim di Kampung Tering Lama, Tering Baru, Tering Lama Ulu, Tukul, dan Muyut Aket. Penduduk kecamatan yang dengan latar belakang etnik Jawa terkonsentrasi di Kampung Purworejo dan Banjarejo. Orang Kutai cukup banyak yang tinggal di Kampung Muyub Ulu dan Gabung Baru. Sementara itu, pendatang dari Kalimantan Tengah sebagian besar mendiami Kampung Kalian Dalam, bersama dengan kelompok etnik yang lain.

Mata pencaharian yang banyak ditekuni oleh masyarakat adalah sebagai petani, berkebun karet, dan nelayan (tangkap dan keramba). Berdasarkan keterangan informan, di Kampung Kelian Dalam terdapat penambangan emas dalam skala kecil yang dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat di kecamatan ini. Penduduk kecamatan yang digolongkan sebagai orang Melayu karena mereka memeluk agama Islam, banyak yang bekerja sebagai nelayan dan penyedia transportasi lintas sungai. Sektor pertanian dan perkebunan karet rakyat kebanyakan diisi oleh orang Dayak Tunjung dan Bahau. Adapun orang Jawa yang tinggal di kecamatan ini bekerja sebagai pedagang dan penyedia kebutuhan sehari-hari, termasuk hasil kebun.

2. Masyarakat Hukum Adat Dayak Bahau

Orang Dayak Bahau yang kini menetap di beberapa kampung di Kecamatan Tering, berasal dari daerah Apo Kayan, sebuah wilayah yang berada dekat dengan perbatasan Malaysia (Serawak). Kisah tentang migrasi orang Dayak Bahau ke kawasan Sungai Mahakam penulis peroleh dari Bapak Wanglong, tokoh senior Dayak Bahau yang menetap di Kampung.


  1. Kehadiran pendatang di Kampung Tering Sebrang dan sekitarnya terkait dengan keberadaan pelabuhan di situ. Beberapa informan mengatakan para pendatang ini mendominasi usaha jasa transportasi yang berkembang di pelabuhan penyeberangan.
Penegakan Adat dan Hukum Adat Dayak Bahau 55