kelompok etnik yang terwujud melalui pembentukan lembaga adat di tingkat kabupaten. Bermula dari keinginan Antonius Ngalah untuk membentuk lembaga adat di Kabupaten Kutai Barat, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan dengan tokoh-tokoh adat, pada tahun 2000 terbentuklah lembaga adat Dayak di tingkat kabupaten untuk pertama kalinya, dengan nama Sempekat Masyarakat Adat Kutai Barat. Lembaga ini sempat berganti nama menjadi Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat, sebelum akhirnya menjadi Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat, seperti yang digunakan hingga saat ini.[1] Perjalanan pembentukan kelembagaan adat sebagai wadah bagi kelompokkelompok etnik di Kabupaten Kutai Barat tidak berakhir di sini. Pada 2018, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat membentuk Lembaga Adat Besar Kabupaten Kutai Barat. Terbentuknya lembaga adat baru ini tidak lantas membekukan lembaga adat yang sudah ada sebelumnya, padahal tugas dan wewenang yang dijalankan oleh Lembaga Adat Besar dapat dikatakan sama dengan Presidium Dewan Adat. Kondisi ini mengakibatkan adanya ketidakharmonisan hubungan antara pengurus lembaga yang satu dan yang lain yang masih berlangsung hingga saat penelitian dilakukan (Agustus 2019) dan dalam batas tertentu menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Dayak Bahau di Kabupaten Kutai Barat merupakan salah satu kelompok etnik yang masih mempertahankan adat dan hukum adatnya dalam mengatur kehidupan dan menjaga tertib sosial di kalangan warganya. Gambaran tentang aturan dan hukum adat pada masyarakat Dayak Bahau di Kabupaten Kutai Barat dapat ditemukan pada buku berjudul Penelitian Hukum Adat dan Acara Adat 5 (Lima) Sub Etnis Dayak (Tonyooi, Benuaq, Bahau, Aoheng dan Kenyah) yang ditulis oleh tim peneliti dan penulis dari CERD/LP2E (2012). Penjelasan tentang hukum adat Dayak Bahau di dalam buku ini sama dengan yang terdapat pada buku berjudul Penelitian Hukum Dayak: Tonggak Sejarah Pedoman Arah Kebudayaan Daerah Kabupaten Kutai Barat yang juga ditulis oleh tim peneliti dan penulis yang sama (2011). Pada salah satu bagian buku yang membahas tentang Dayak Bahau,
- ↑ Informasi tentang sejarah pembentukan lembaga adat di Kabupaten Kutai Barat diperoleh dari buku Hasil Sosialisasi Seminar dan Lokakarya Zona Tengah, Selatan, dan Utara yang disusun oleh Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat (2012).