Lompat ke isi

Halaman:Adat dan Hukum Adat pada Komunitas Adat di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.pdf/30

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Di Kecamatan Linggang Bigung penduduk laki-laki lebih besar jumlahnya daripada penduduk wanita walaupun perbedaan jumlahnya tidak begitu signifikan. Hal ini disebabkan hampir di semua desa penduduk laki-laki lebih besar jumlahnya. Hanya di Desa Linggang Kebut jumlah penduduk wanita lebih besar daripada penduduk laki-laki. Untuk lebih jelasnya, perbedaan penduduk berdasar jenis kelamin di Kecamatan Linggang Bigung per desa dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.3 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Desa (Jiwa)
NomorDesaLaki-lakiPerempuanJumlah
1Linggang Melapeh Baru6455911.234
2Linggang Bigung Baru272228500
3Linggang Purwodadi1.0395941.993
4Linggang Bigung2.3402.0604.400
5Linggang Bangunsari9999361.935
6Linggang Amer7346511.385
7Linggang Mapan5625421.104
8Linggang Melapeh1.0248861.911
9Linggang Tutung8728641.736
10Linggang Kebut265287532
11Linggang Mencelew17016333
Jumlah/Total7.7157.0911.4811

Sumber: Data Penduduk per Desember 2017, Kantor Kecamatan Linggang Bigung Kutai Barat

Sejumlah sub-suku hidup di kabupaten ini, dalam hal ini sub-suku memiliki unsur budaya dan adat istiadat sendiri. Masyarakat pada kecamatan ini dapat dikatakan sebagai masyarakat terbuka dan heterogen, banyak suku yang hidup di sana, terlebih sub-suku Dayak yang hidup di Kutai Barat di tambah satu suku Kutai lainnya. Hal ini tecermin dalam rumah adat yang ada di Taman Budaya yang dibuat oleh pemerintah. Di sana tiap sub-suku mengekspresikan seni budayanya yang senantiasa hidup berdampingan.

Hukum Adat Masyarakat Dayak Tonyooi di Kutai Barat 17