Di Kecamatan Linggang Bigung penduduk laki-laki lebih besar jumlahnya daripada penduduk wanita walaupun perbedaan jumlahnya tidak begitu signifikan. Hal ini disebabkan hampir di semua desa penduduk laki-laki lebih besar jumlahnya. Hanya di Desa Linggang Kebut jumlah penduduk wanita lebih besar daripada penduduk laki-laki. Untuk lebih jelasnya, perbedaan penduduk berdasar jenis kelamin di Kecamatan Linggang Bigung per desa dapat dilihat pada tabel berikut.
| Nomor | Desa | Laki-laki | Perempuan | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Linggang Melapeh Baru | 645 | 591 | 1.234 |
| 2 | Linggang Bigung Baru | 272 | 228 | 500 |
| 3 | Linggang Purwodadi | 1.039 | 594 | 1.993 |
| 4 | Linggang Bigung | 2.340 | 2.060 | 4.400 |
| 5 | Linggang Bangunsari | 999 | 936 | 1.935 |
| 6 | Linggang Amer | 734 | 651 | 1.385 |
| 7 | Linggang Mapan | 562 | 542 | 1.104 |
| 8 | Linggang Melapeh | 1.024 | 886 | 1.911 |
| 9 | Linggang Tutung | 872 | 864 | 1.736 |
| 10 | Linggang Kebut | 265 | 287 | 532 |
| 11 | Linggang Mencelew | 170 | 163 | 33 |
| Jumlah/Total | 7.715 | 7.091 | 1.4811 | |
Sumber: Data Penduduk per Desember 2017, Kantor Kecamatan Linggang Bigung Kutai Barat
Sejumlah sub-suku hidup di kabupaten ini, dalam hal ini sub-suku memiliki unsur budaya dan adat istiadat sendiri. Masyarakat pada kecamatan ini dapat dikatakan sebagai masyarakat terbuka dan heterogen, banyak suku yang hidup di sana, terlebih sub-suku Dayak yang hidup di Kutai Barat di tambah satu suku Kutai lainnya. Hal ini tecermin dalam rumah adat yang ada di Taman Budaya yang dibuat oleh pemerintah. Di sana tiap sub-suku mengekspresikan seni budayanya yang senantiasa hidup berdampingan.