Hasil penelitian beliau yang diterbitkan, antara lain Kajian Onganologi Alat Musik Suling Dewa Dayak Tonyooi di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur pada tahun 2018; Tenun Ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu pada tahun 2018; Rumah Lanting di Sungai Kapuas: Studi tentang Adaptasi Sosial pada tahun 2017; Kebudayaan Sungai pada Komunitas Dayak Pompakng pada tahun 2017; Identitas Budaya Dayak Kayaan Mendalam di Kapuas Hulu pada tahun 2015. Di samping sebagai penulis, beliau juga aktif dalam mengikuti seminar dan sebagai pembicara, di antaranya “Rumah Panjang Sebagai Pusat Kebudayaan” dalam Prosiding Kongres, Internasional Kebudayan Dayak di Bengkayang pada tahun 2018; “Kepemimpinan pada Masyarakat Dayak: Bentuk Kepemimpinan Lokal yang Berkarakter” dalam Prosiding Seminar Nasional di Manado pada tahun 2017; “Manyombang Warisan Budaya yang Hampir Terlupakan” dalam Prosiding ‘Seminar Internasional di Menado pada tahun 2018. Di samping itu, penulis juga telah mendapat penghargaan 10 tahun dan 20 tahun dari pemerintah. j M. Natsir lahir 28 Februari 1964 di Pontianak, Sei Jawi Dalam Kalimantan Barat. Riayat pendidikan dimulai dari madrasah dan SD Bawari (1977), Sekolah Tehnik Negeri Transisi (1980), STM Negeri 2 (1984), Jurusan Ilmu Administrasi (2002), dan Program Magister (S-2) di Universitas ‘Tanjungpura. Riwayat pekerjaannya diawali sebagai loper koran di Pontianak pada harian Berita Yudha Jakarta (1980), Perusahaan Negara PTP VII Gn. Meliau Kalbar (1984-1986), PT Duta Pertiwi Nusantara Kalbar (1986-1994), Tahun 1992 menjadi Pegawai Negeri Sipil di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak, menjadi dosen Jurusan Pariwisata Isipol UNTAN sejaktahun 2002, Dosen ‘STKIP-PGRI Pontianak. Penulis budaya di koran APPost, Harian Berkat, Borneo Tribun, Jurnal Sejarah Jakarta. Beliau juga aktif di organisasi sebagai Sekjen Opu Bersaudara. Adapun semina: simposium yang diikuti, antara lain: Sejarah Borneo Brunai ‘dat dan tukurn Ada pada Komunias Adat
110 di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur