Halaman:Adat Istiadat Daerah Sulawesi Utara.pdf/33

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi

Dengan demikian bahasa Gorontalo terdiri dari lima dialek bahasa yaitu : Bolaang Uki, Kaidipang, Gorontalo, Bone (Suwawa) dan Buol. Akan tetapi bahasa persatuan seluruh penduduk daerah Gorontalo ialah bahasa Gorontalo (dialek Gorontalo), seperti dijelaskan di atas. Kecuali mereka yang sudah tidak termasuk penduduk daerah Gorontalo secara administratif seperti Kaidipang dan Buol yang sudah masuk wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Buol Tolo-toli. Karena itu mereka yang masuk wilayah Gorontalo hanya tiga dialek saja yaitu Gorontalo, Bolango dan Suwawa. Bolango (Tapa), penduduknya menyingkir ke Bolaang Mongondow yang sekarang bernama Bolaang Uki yang bahasanya sama dengan bahasa Bolango (Tapa) di Gorontalo.

Baik bahasa Bolango, Suwawa maupun bahasa Gorontalo sebagai bahasa persatuan di daerah ini, sudah tidak mengenal tulisan. Atau mungkin sejak dahulu kala mereka ini tidak mengenal tulisan. Ternyata sampai sekarang belum diketemukan adanya tulisan mengenai bahasa-bahasa tersebut. Peninggalan-peninggalan zaman dahulu sebelum masuknya islam didaerah ini sudah tidak ada buktu-buktinya ini. Begitu mereka menerima agama Islam, ajaran ini disatukan dengan adat istiadat yang menguasai seluruh kehidupan mereka.

Buktinya yang dikenal oleh mereka ialah tulisan Arab yang tidak bergaris (huruf Arab Pegm). Buku-buku sejarah yang tertua di daerah ini yang ditulis abad 16 ditulis dengan huruf Arab Pegm. Kesenian-kesenian, ungkapan-ungkapan, cerita-cerita rakyat ditulis dengan huruf Arab yang berbahasa Gorontalo, sedangkan tulisan asli bahasa Gorontalo, Suwawa dan Bolanago tidak dikenal.

II. SISTIM MATA PENCAHARIAN HIDUP.

A. BERBURU.

22