Halaman:Adat Istiadat Daerah Sulawesi Utara.pdf/22

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi

I k l i m

Daerah Gorontalo dipengaruhi oleh iklim muson yang bertiup sepanjang waktu. Hujan jatuh tidak tetap. Pada musim panas udara tidak terlalu panas (32°C), pada musim dingin udara tidak terlalu dingin (20°C). Bilamana hujan lebat turun daerah Kotamadya digenangi air sampai 1 meter tingginya. Curah hujan pertahun : 1.205 mm dan per bulan 50 mm (monografi daerah Sulawesi Utara 1972.

Flora dan Fauna

Jenis tumbuh-tumubuhan yang terdapat di daerah Gorontalo ialah : kayu besi, kayu jati, kayu putih (yang digunakan untuk ramuan rumah, gedung-gedung). Buah-buahan seperti : manggis, langsat, rambutan, durian, jeruk, jambu. Jenis pohon palm seperti : kelapa, seho, enau nipah, pinang, rumbia dan jenis-jenis tumbuhan lain seperti : bambu, rotan, damar (yang digunakan untuk ramuan berupa perabot-perabot rumah tangga). Sedangkan jenis-jenis binatang yang ada seperti : babi hutan, anoa, kera, anjing hutan, buaya, biawak, ular, kura - kura, angsa, itik, ayam, merpati, bangau, gagak, dan lain-lain.

2. Pola perkampungan

Istilah desa di daerah Gorontalo disebut Kambungu. Pada mulanya kelompok manusia yang belum menetap, hidupnya berpindah-pindah disebut kelompok ambua. Kelompok ambua kemudian menetap terjadilah linula yang sudah merupakan gabungan dari beberapa ambua. Kelompok ini dikepalai oleh tauwa lo linula. Lama kelamaan ambua menjadi kelompok besar sehingga menjadi kambungu atau desa (community) yang dikepalai oleh Taudaa.

Pada umumnya desa-desa terletak di dataran

11