Halaman:ADH 0008 A. Damhoeri - Pengawal Tambang Emas.pdf/44

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini telah diuji baca

- 40 -


Dalam pondok itu sudahmulai agak tenang kembali. Mereka memang takutan tetapi tidak melarikan diri. Ini berlainan dari yang dituju Layau. Atau artinya: rencana Layau mengalami kegagalan.

Mungkin ketua rombongan pendulang itu pandai menenangkan hati anak ahnya atau mereka memang tidak takut dengan hantu-hantu. Kini yang rdengar dari pondok itu hanya suara orang membaca ayat Kitab Suci dengar keraskan. Yang dibacanya ialah ayat Qursi.

Dalam pada itu Tu' LAyau dan Intan Badaring duduk bersandari ke hon kayu dengan lesu dan tak bersemangat. SIbarani hanya mondar mandir dan melihat ke kegelapan hutan malam seakan-akan sedang menunggu suatu. Dikepitnya sesuatu yang sejak tadi dibawanya dan diletakkannya atas pohon sikeduduk.

Tiba-tiba terdengar suara lengkingan dari tengah hutan, arahnya ersis dari arah pondok darurat mereka tadi. Sibarani berjalan menurun ah kebawah menutukan aliran AIr SIrah yaitu mak air yang mengalir daerah pertambangan itu. Tu' Layau dan Untan Badaring terkejut karna mendengar balasan suara lengkingan dari arah tempat Sibarani berri. Tidak berapa lamanya terdengar ada suara-suara aneh juga sebagai u yang di henta-hentakkan diatas tanah. ramai sekali.

Dibawah tebing Sibarani tertegun sebentar dan entah apa yang dikerkannya disana. Tetapi beberapa menit kemudian beberapa pohon kayu,- kahnya bergerak dengan cepat menuju pondok pendulang emas itu.

Rombongan pendulang yang mulai tenang itu kembali tersentak kaget. ni bukan oleh hantu-hantu. Tetapi oleh kedatangan makhluk-makhluk ng berbentuk manusia tetapi sangat besar,. ... ya amat besaaaaar,.... npir setinggi puncak masjid yang agak kecil. Satu,... dua,... tiga.. tah berapa yang datang.

Dan kini benar-benar mata mereka terbeliak, tubuh gemetar, dan ndelik menatap keluar dimana ada beberapa orang makhluk bear itu rdiri dan bersikap mengancam,......

Dua orang tadi yang berdiang, menghambur keluar sambil berteriak:

"Lari ......!!" Ia disusuloleh temannya yang lain. Dan manusia-nusia besar itu tetap menuruti langkah-langkah mereka setapak demi tapak, tetapi setapak mereka sama dengan satu depa ukuran manusia bia..........

Akhirnya yang jadi ketua mereka juga ikut melarikan diri. semua-