Halaman:ADH 0008 A. Damhoeri - Pengawal Tambang Emas.pdf/35

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini telah diuji baca

- 31 -

ngan diberi bata-bata yang teratur rapi. Tetapi kelihatannya parit dan jalan itu bukan orang-orang itu yang mengerjakannya tetapi sudah lama dibuat orang. Memang rupanya tambang emas itu sudah lama juga dibuat orang.

Tanah bercampur pasir, kerekal dan batu-batuan itu diayak dalam air sampai habis dan akhirnya tinggal sedikit saja dalam kuali pendulang itu. Makin lama makin diperhatikan, bila terlihat sinar berkilat dalam sisa ayakan itu, itulah: emas. Itulah emas yang dicari-cari. Kadang-kadang kosong saja payah saja yang dapat. Kalau beruntung ditemukanlah emas dalam sisa ayakan itu ada yang sebesar ujung beras, sebesar beras atau kalau nasib lagi mujur ditemukan emas yang sebesar biji jagung.

Emas itu dimasukkan kedalam sebuah botol kecil berisi air yang ditutup dengan kuat dan rapi. Dalam botol kecil itulah emas yang dapat dikumpulkan. Memang sedikit lalu sedikit tetapi dapat dibayangkan yang dicari ialah zat yang mahal harganya. Menurut kata salah seorang mereka emas yang ditemukan di tambang itu termasuk mas murni yang berkualitas tinggi yaitu emas: 24 karaat.

Dan malam itu Sibarani menjadi 'tamu agung' di barak pendulang emas itu. Andaikata mereka tahu siapa tamu yang ditumpangkannya itu barangkali jalan cerita ini akan lain. Tetapi Sibarani memang seorang anak sandiwara yang lihay sekali. Malahan ia dapat menyadap isi pembicaraan mereka. Sudah berapa emas yang dapat oleh mereka. Dan kapan mereka akan pulang kedesanya dengan membawa hasil emas dulangan mereka itu. Hasil emas itu sudah disimpan dalam perian-perian beluh 'paring' yang bersusun dalam pondok mereka itu. Dua hari lagi mereka akan kembali ke desanya. Jadi masih ada waktu nanti bagi Sibarani dan teman-temannya.

Pagi besoknya Sibarani mohon diri dan pamitan kepada pendulang emas itu. Ketua rombongan yang kemarin memberi Sibarani dua butir mas yang beratnya kira-kira satu mas dengan ucapan:

"Anggap saja ini zakat kami dan di Payakumbuh emas ini boleh sanak jadikan uang. Dan mudah-mudahan sanak dapat berjumpa dengan keluarga yang dicari itu."

Sibarani berangkat dengan menempuh jalan arah ke Taram itu. Tetapi sekira-kira tidak akan tampak lagi oleh orang-orang itu dia membelok kekanan dan menuju jalan ke Marayu dan akhirnya tiba kembali di Bukit Indo Jawo tempat ia menyembunyikan barang-barangnya. Lalu mulailah ia berjalan menuju ke desanya.

.///.