Dalam hal mengusahakan perdamaian harus pula diambil langkah-langkah bersama antara bangsa-bangsa itu untuk segera menjusun usul jang njata untuk mengurangi persendjataan, jang akan dapat menghapus peradaban manusia, sebagai sendjata-sendjata nuclear dan sebagainja.
D. Politik Ekonomi.
1. Nasional.
Pembangunan kearah djiwa nasional jang utuh sering terhambat oleh adanja perbedaan-perbedaan jang menjolok diantara lapisan-lapisan masjarakat. Pembangunan jang tidak dilakukan setjara merata akan mudah menimbulkan rasa tidak puas, jang akan mudah mendjangkit mendjadi ekses jang lebih berbahaja. Perdjalanan ekonomi jang tidak mengingatkan kepentingan nasional, dalam arti kemakmuran jang merata, akan memberikan bahan jang baik bagi agitasi- agitasi dikalangan rakjat dan akan mendjerumuskan negara kedalam ikatan-ikatan jang tidak menguntungkan kita.
2. Regional.
Kehidupan ekonomis antara bangsa dan bangsa merupakan salah satu saluran pertukaran pengaruh jang terpenting. Dalam tingkat interdependensi sekarang perhubungan tukar-menukar kebutuhan tidak dapat lagi lepas dari perhitungan-perhitungan politis. Sistim pendjadjahan atau subordinasi suatu bangsa pada bangsa lainnja terdjadi oleh sistim ekonomi jang disalah-gunakan oleh beberapa bangsa jang lebih dahulu mendapat kemadjuannja.
Timbulnja pertentangan antara kedua blok besar didunia kita sekarang tidak dapat kita lepaskan dari pandangan ekonomis mereka terhadap susunan masjarakat. Oleh karena itu maka kita harus menjebarkan tjita-tjita ekonomi untuk kepentingan kemanusiaan, sesuai dengan djiwa Pantja Sila. Republik Indonesia harus tegas menundjukkan, bahwa dalam langkah-langkahnja tidak memperhitungkan pemilih salah-satu blok politis jang ada, tetapi sematamata memperhitungkan kepentingan nasionalnja dalam mengadakan hubungan-hubungan ekonomis dengan negara-negara lain.
63