5. Konperensi Asia-Afrika.
Suatu peristiwa politik sedang dihadapi oleh dunia umumnja dan Asia-Afrika chususnja. Suatu konperensi dari pada bangsa-bangsa dan atau mengenai didaerah sepandjang garis hidup Barat, jang membudjur melalui Laut Tengah, terusan Suez dan Lautan Hindia, atau akan diadakan pada achir bulan April 1955. Peristiwa itu akan menentukan apakah bangsa-bangsa di Asia dan Afrika akan tetap mendjadi objek dalam pertjaturan politik dunia ataukah akan berhasil mengangkat dirinja mendjadi medesubject.
Bagi bangsa Indonesia peristiwa itu penting pula artinja. Sebagai salah satu negara pengambil inisiatifnja, maka besarlah kepentingan kita dalam berhasilnja konperensi itu. Nama baik Indonesia ikut mendjadi taruhan didalamnja.
Dibalik itu konperensi Asia-Afrika itu merupakan kesempatan jang baik pula bagi bangsa kita guna melantjarkan politik luar negeri jang bebas dan aktif menudju perdamaian berdasar kepentingan nasional.
Pertama-tama kesempatan itu harus kita pergunakan untuk lebih memperkenalkan filsafat negara Republik Indonesia, jang membajang pula dalam politik luar negeri, ialah filsafat pantja-sila dengan mengenal djiwa bangsa kita usaha-usaha perdamaian kita akan lebih mudah dipahami oleh negara-negara lain serta karenanja akan dapat diterima dengan tiada perasaan tjuriga dan ragu-ragu. Oleh karena itu konperensi Asia-Afrika harus didjadikan titik permulaan jang baik bagi Republik Indonesia untuk usaha-usahanja. Inisiatip harus diambil untuk meredakan ketegangan-ketegangan jang masih ada antara negara-negara Asia dan Afrika, baik didalam konperensi maupun diluarnja. Berkumpulnja utusan-utusan daerah itu akan memberikan kesempatan jang baik untuk mengusahakan good common sense antara negara-negara atau bangsa-bangsa jang bersangkutan.
Kemudian setjara bersama-sama bangsa-bangsa Asia-Afrika harus menentukan tindakan-tindakan kearah pemberian bantuan kepada bangsa-bangsa jang sedang berdjuang untuk mentjapai kemerdekaannja.