| maka sebagai negara jang masih muda akan mendjadi sumber perebutan pengaruh.
|
Kedua factor tersebut telah menjebabkan Pemerintah Republik Indonesia menentukan „politik luar negeri jang bebas dan actief berdasarkan kepentingan rakjat dan menudju ke perdamaian dunia”.
Dalam melaksanakan politik luar negerinja Republik Indonesia menghadapi kenjataan adanja dua kekuatan raksasa jang saling berhadapan ialah Amerika Serikat dan Sovjet Rusia.
Dengan politik bebasnja R.I. jang ingin membantu dengan setjara tegas usaha untuk mentjapai tjita-tjita manusia akan perdamaian,
tidak menghendaki memilih salah satu blok kekuasaan jang saling bertentangan didunia itu. Tetapi mengusahakan good-neighbour-policy baik didalam maupun diluar P.B.B.
Politik luar negeri R.I. dalam berusaha membantu mentjiptakan perdamaian dunia, berkejakinan bahwa pendjadjahan adalah salah satu sebab terantjamnja perdamaian dunia. Dan karenanja harus dihapuskan termasuk sisa pendjadjahan di Irian Barat.
Situasi dunia dewasa ini nampak sangat dipengaruhi oleh ketegangan-ketegangan antara dua kekuasaan raksasa jang saling tjuriga-mentjurigai dan dibagian lain adanja usaha-usaha bangsa terdjadjah jang berdjoang untuk merdeka.
Dewan Pertimbangan telah mentjoba ikut mengambil bagian dalam persoalan internasional dengan mengemukakan buah fikiran dan pendapat bersama untuk digunakan sebagai bahan oleh Pemerintah pada umumnja dan Kementerian Penerangan pada chususnja. Setelah membahas persoalan jang diadjukan oleh Perdana Menteri, Dewan Pertimbangan sebagai hasil musjawarat dan mufakat jang merupakan sendi demokrasi, berpendapat:
- Politik Luar Negeri adalah bersumber pada kekuatan dalam negeri. Oleh karenanja, maka adanja stabilisatie disegala lapangan dan adanja kesadaran rakjat terhadap pentingnja politik luar negeri sangat diperlukan.
47