DEWAN PERTIMBANGAN PENDIDIKAN PEGAWAI STAF KEMENTERIAN PENERANGAN ANGKATAN KE III.
MUKADIMAH.
Perhubungan internasional antara negara dengan negara didunia dalam sedjarah kehidupan manusia telah merupakan kepentingan jang tidak dapat dimungkiri lagi. Kemadjuan jang terdapat dalam segala lapangan didunia telah mempertegas kenjataan ini dan menjebabkan adanja interdependentie antara negara-negara didunia, dimana satu sama lain saling membutuhkan dalam mentjukupi kebutuhan hidupnja .
Bagaimana djiwa dan tjara sesuatu bangsa melakukan hubungan internasionalnja dapat dilihat dari politik luar negerinja.
Djadi politik luar negeri adalah reflexie keadaan sesuatu negara dan ditentukan sebagai pedoman dalam melakukan hubungan internasionalnja dengan memperhatikan berbagai-bagai factor untuk rakjatnja.
Perserikatan Bangsa-bangsa timbul sebagai realisasi kehendak umat manusia kearah terpeliharanja perdamaian, karena selama ini subjectiviteit jang berlebih-lebihan dari negara-negara dengan tidak mengindahkan prinsip perdamaian dunia telah menjebabkan adanja peperangan jang membawa malapetaka.
Dengan kesadaran atas maksud dan tudjuannja Republik Indonesia mendjadi anggauta P.B.B., didasarkan atas politik luar negerinja jang ditentukan dan dilaksanakan sebagai reflexie filsafat Pantja Sila dengan mengingat 2 factor:
- Letak geograpisch negara kita ditengah suatu perlintasan Internasional memerlukan kekuatan rakjat Indonesia untuk mempertahankan kepribadiannja dalam berhadapan dengan segala
bangsa.
Dengan kedudukan jang kuat Republik Indonesia akan dapat memainkan peranannja, sedangkan dalam keadaan jang lemah