Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/46

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
  1. djandjian-perdjandjian atas dasar timbal-balik mengenai perdagangan dan pelajaran, hak-hak dan hak-hak istimewa konsuler, hak-hak pengarang dan hak-hak patent, perhubungan-perhubungan kebudajaan dan hal-hal lain jang penting bagi kedua fihak.
  2. Perdjandjian persahabatan Indonesia dengan Thailand tanggal 3 Maret tahun 1954 di Bangkok menjetudjui mengadakan selekas mungkin perdjandjian-perdjandjian mengenai perdagangan dan dan pelajaran, hak-hak konsuler, hubungan kebudajaan pengetahuan.


Perdjandjian-perdjandjian itu, selandjutnja kita djadikan dasar untuk memperkembangkan lebih landjut "good-neighbour-policy" kita, hingga persahabatan tersebut berisi dengan hubungan-hubungan jang lebih konkrit, dilapangan perdagangan, kerdja-sama ekonomi, pertukaran kebudajaan dan lain-lain isi lagi.

Atas dasar hubungan persahabatan inilah pula dapat diselesaikan persoalan imigrasi tidak sjah dan soal-soal peraturan perbatasan antara Indonesia dan Filipina.

Dengan suasana persahabatan dengan tetangga ini pula, telah diletakkan dasar-dasar hubungan perdagangan antara Indonesia dan R.R.T.

Persahabatan dengan Birma, Ceylon, India dan Pakistan telah mengambil bentuk jang makin konkrit dengan telah berhasilnja dua kali konferensi Pantja-Negara dalam bulan April 1954 di Colombo dan dalam bulan Desember 1954 di Bogor.

Konkretisasi dari Persahabatan antara Pantja-Negara di Asia Selatan dan Tenggara ini Insja Allah akan meluas lagi antara tridasa negara di Asia dan Afrika nanti bulan April tahun ini. Mudah-mudahan idee persahabatan dan perdamaian jang memantjar dari Indonesia ini dapat meluaskan daerahnja dibenua Asia dan Afrika itu. Dalam suasana pertentangan internasional antara dua blok kekuasaan sekarang ini, maka perluasan daerah persahabatan dan perdamaian ini, adalah salah satu „uitbouw" dari politik bebas kita jang aktif itu.

Marilah kita perhatikan sekarang apa jang mendjadi tudjuan dari Konferensi Asia-Afrika jang akan datang itu, sebagaimana telah