jang berabad-abad lamanja. Jang terpenting ialah persesuaian faham jang telah tumbuh dari persamaan nasib dalam sedjarah itu, ialah bahwa pendjadjahan di Asia harus terhapus dengan segala bekas bekas dan djedjak-djedjaknja. Segala daerah djadjahan kekuasaan asing harus diberi kemerdekaan dan kedaulatan jang penuh. Bukan sadja kemerdekaan dan kedaulatan jang bersifat politik, tetapipun pula dilapangan ekonomi dan perhubungan internasional bangsa-bangsa di Asia ini harus memperoleh kembali kemerdekaan dan kedaulatannja jang penuh.
Tadi telah kita katakan, bahwa politik bebas jang aktif harus sesuai dengan kepentingan nasional !
Dalam praktek mendjalankan politik luarnegeri jang harus mengandung sjarat mutlak seperti itu memang benar kita menghadapi perbandingan-perbandingan politik didalam negeri dan tekanan-tekanan dari luar negeri jang mendjadi kesulitan dalam pelaksanaan politik luarnegeri Indonesia ialah tidak selalu mudah mendapatkan garis atau criterium tegas dimana dan kapan politik bebas itu sudah dilanggar dan dimana serta kapan belum, karena bagi masing-masing partai politik di Indonesia terdapat criteria jang sifatnja partai-subjectif, ditindjau dari sudut kepentingannja masing-masing. Djadi persoalannja ialah bagaimana mendapatkan garis jang tepat, dimana letak kepentingan sebagian terbesar rakjat kita itu ?
Politik luarnegeri kita tidak boleh menghilangkan tudjuan kita untuk mendjalankan politik perdamaian jang aktif dan mendjaga diri kita djangan sampai kita gampang dibawa kedalam peperangan jang dapat timbul dari kedua blok-kekuasaan didunia ini, ialah blok Amerika Serikat dan blok Sovjet Uni.
Tidak mudah bagi Indonesia sebagai negara muda jang tengah membangun setjara besar-besaran kekuatan nasionalnja, seraja mengemudikan bahtera negara ditengah-tengah samudera jang banjak mengandung karang-karang berbahaja bagi perdamaian itu karena :
- didunia dewasa ini terdapat dua kekuasaan raksasa jang ideologinja masing-masing berlawanan diametral.
- letaknja geopolitis negara kita, ditengah-tengah persimpang siuran kepentingan-kepentingan dua kekuasaan itu.
29