Kedua persoalan jang harus bersama-sama dipetjahkan itu ialah :
- Apa dan bagaimana sebaiknja menurut pendapat Dewan Pertimbangan usaha-usaha jang dilaksanakan oleh Republik Indonesia sebagai sumbangan kepada umat manusia untuk mengurangi ketegangan-ketegangan internasional sekarang ini dan selandjutnja memelihara perdamaian dunia, dalam urut garis politik luar negeri jang bebas dan aktif berdasarkan kepentingan nasional.
- Apa dan bagaimana sebaiknja menurut pendapat Dewan Pertimbangan usaha-usaha jang harus dilaksanakan oleh Kementerian Penerangan beserta Djapen-djapennja dalam rangkaian usaha-usaha jang dimaksud diatas ini, agar rakjat Indonesia dapat memahaminja dan mengikutinja dengan aktif, dan dengan sadar menjusun kekuatan nasional sebagai tulang-punggung bagi pelaksanaan politik luarnegeri seperti tersebut diatas.
Mari kita tjoba memasuki persoalan ini dengan lebih mendalam.
Satu soal telah djelas ialah, bahwa politik luar negeri Indonesia jang bebas dan aktif jang terkenal itu adalah politik luar negeri semua Kabinet-kabinet semendjak dahulu sampai sekarang, jakni politik luarnegeri jang berdasarkan kepentingan rakjat dan menudju perdamaian dunia. Semendjak proklamasi Kemerdekaan Indonesia Wakil Presiden Moh. Hatta telah meletakkan dasar fal-safah politik luar negeri jang bebas dan aktif itu .
Wakil Presiden Moh. Hatta dalam uraiannja tentang „ Dasar politik luarnegeri kita” dari semendjak terbentuknja Republik Indonesia telah mengatakan sebagai berikut :
„ Ada dua faktor jang abadi dari politik luar negeri kita jang menetapkan tudjuan itu, sehingga ia tidak tergantung kepada orangnja dan politiknja Menteri Luar-Negeri.
Pertama ialah letak Indonesia, sebagai lingkungan pulau ditengah tengah djalan perhubungan internasional, diantara dua benua jaitu daratan Asia dan Australia dan diapit pula oleh dua lautan besar, jaitu lautan Pasifik dan lautan Hindia.
Berhubung dengan letaknja itu, maka sedjak masa jang silam Indonesia mendjadi tempat persinggahan bangsa-bangsa asing. Kedudukan jang begitu rupa hanja dapat mendjamin kemerdekaan
25