Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/346

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

LAMPIRAN.

PERINTANG-PERINTANG PENGISIAN KEMERDEKAAN.
(Bahan Kasar untuk dimasak mendjadi bahan penerangan)
  1. Terlampau tinggi menilai djasa atau „djasa” golongan/diri sendiri dan tidak/kurang melihat atau menutup mata terhadap djasa-djasa golongan/orang lain.
    Akibatnja: Golongan sendiri/diri sendiri merasa sebagai golongan istimewa jang minta diistimewakan dan diberi penghargaan terus-menerus.
  2. Tidak atau kurang mempunjai kesadaran akan makna demokrasi, sehingga tidak rela menerima kekalahan dalam alam demokrasi.
    Akibatnja: Djika usaha memperdjoangkan ideologie lewat saluran demokratis tidak berhasil, tidak segan-segan mempergunakan tjara-tjara terror.
  3. Kurang kedjudjuran pada sementara „pemimpin", golongan atau perseorangan .
    Akibatnja: Dalam mengedjar kemewahan diri atau golongan sendiri telah tidak malu-malu dan tidak segan-segan melakukan korupsi.
  4. Merosotnja moraal pada sementara „pemimpin”, golongan atau perseorangan.
    Akibatnja: Tidak segan-segan melakukan perbuatan-perbuatan jang melanggar kesusilaan. Dimana perbuatan sematjam itu memerlukan biaja jang tidak sedikit, biaja itu ditutup dengan berbagai korupsi.
  5. Kurang kesadaran bernegara.
    Akibatnja:
    1. Para pemimpin jang mestinja mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan partai/golongan/