Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/342

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

BENDERA.

Merah putih, Dwi-warna telah memberi ilham kebangsaan, kerakjatan dan kepahlawanan, pada perdjoangan bangsa Indonesia.

Pidato Bung Karno jang menjatakan, bahwa Dwi-warna sudah ribuan tahun usianja, mendorong rakjat Indonesia membulatkan tekad untuk melaksanakan kemerdekaan Indonesia, merebut kedaulatan Ibu Pertiwi dari tangan pendjadjah (Hari Pahlawan 10 Nopember).

Arti keberanian, keadilan dalam Dwi-warna memberi semangat luar-biasa pada pedjoang-pedjoang, memberi harga diri, pertjaja diri pada rakjat Indonesia untuk mendjadi satu bangsa besar. Kebesaran Madjapahit ialah dengan Dwi-warna ini. Ini selaku tjontoh sedjarah.

Keluhuran Dwi-warna, bukan sadja terletak pada arti keberanian dan keadilan. Merah melambangkan keberanian dan kepahlawanan. Putih melambangkan kesutjian/kemurnian dan dalam hubungan ini termasuk djuga arti Ketuhanan, kedjudjuran, kewarasan dan segala unsur-unsur susila jang memberkati manusia, menerangi djalan hidup machluk kedjuruan bahagia.

Dengan demikian tersimpul dalam Dwi-warna ,,falsafah’’ Pantja Sila keseluruhannja.

LAGU-KEBANGSAAN.

Dalam kuplet I telah tersimpul segala usaha, tjita-tjita perdjuangan rakjat Indonesia, lagu itu telah bersedjarah. Telah ,,merasakan’’ pahit-getirnja pertarungan pedjoang-pedjoang dan pahlawan-pahlawan Indonesia Merdeka melawan kaum pendjadjah.

Keadaan sebelum 17 Agustus 1945:

Waktu pemerintah Hindia Belanda, lagu ini dilarang. Tapi kemudian diperbolehkan, hanja untuk rapat-rapat sadja jang tertutup dari partai-partai politik tertentu, jang memperdjuangkan Kemerdekaan Indonesia, dengan risiko bagi jang menjanjikan ,,diluar’’ berhadapan dengan polisi kolonial. Dan djika jang menjanjikannja seorang pegawai dipetjat. Waktu Djepang lagu ini kembali dilarang, diganti dengan "Kimigajo" lagu kebangsaan Djepang.

328