Halaman ini tervalidasi
2. Penjesuaian masalah-masalah kebutuhan-kebutuhan primair (bahan makanan, pakaian, perumahan dan lain-lain) dengan pertumbuhan bangsa.
- Bahwa pertumbuhan Bangsa Indonesia - baik materieel maupun spiritueel - adalah demikian pesatnja, telah kita maklumi. Misalnja: Taraf kesehatan Rakjat kian madju. Ketjerdasan dan kemadjuan berfikir menggembirakan.
- Pertumbuhan Bangsa jang demikian itu harus diimbangi pula dengan pemenuhan kebutuhan hidupnja sehari-hari, misalnja makanan, pakaian, perumahan, lapangan pekerdjaan, hiburan, dan lain-lain. Untuk mengatasi segala persoalan itu seluruh Rakjat perlu diadjak ikut serta memikirkan, memetjahkan dan melaksanakan segala sesuatu jang ditudjukan untuk menjesuaikan masalah-masalah kebutuhan-kebutuhan primair itu dengan pertumbuhan Bangsa Indonesia.
- Mengenai masalah penambahan produksi bahan makanan hendaknja digunakan sebagai pedoman „Kesimpulan-kesimpulan Konperensi Dinas Pertanian Rakjat Swatantra tingkat I seluruh Indonesia" di Pasar Mniggu pada tanggal 3-5 Pebruari 1958.
- Mengenai masalah pakaian dapat digunakan pula apa jang telah direntjanakan didalam sub e diatas, dan ditambah dengan andjuran-andjuran mengenai pemakaian bahan-bahan pakaian hasil produksi didalam negeri, menghidupkan kembali pertenunan, dan usaha-usaha lain jang setjara bidjaksana dapat disesuaikan dengan kebutuhan dalam masalah pakaian;
- Mengenai masalah perumahan, jang dewasa ini dirasakan benar-benar akan kesulitannja, hendaknja diandjurkan „sistim gotong-rojong desa Torongredjo" (daerah Kabupaten Malang) jang ternjata bisa mendapatkan hasil jang baik, dan disamping itu hendaknja tidak dilupakan pula adanja usaha-usaha dari Pemerintah dalam lapangan perumahan rakjat beserta dengan peraturan-peraturannja jang dimaksudkan untuk meringankan beban masjarakat.
325