Persoalannja sekarang jang penting ialah: memperoleh kapitaals goederen sebanjak mungkin, jang berkwaliteit baik dan dengan harga jang lajajk. Pula kita perlu mendapatkan barang-barang itu dengan selekas mungkin.
Pindjaman luar negeri.
Disamping usaha memelihara segala produksi dari dalam negeri untuk kemudian didjual kenegeri-negeri jang dapat memberi kapitaalsgoederen itu, maka untuk menutupi kekurangan-kekurangan deviezen jang masih selalu kita derita hingga sekarang, Pemerintah sering pula mengadakan perdjandjian perdagangan/pindjaman dengan negara-negara lain atau dengan Exim-Bank.
Pindjaman-pindjaman ini adalah untuk membiajai matjam-matjam pembangunan jang penting.
Dalam hal ini harus kita djaga agar pindjaman itu tidak terlalu menekan/memberatkan dan harus kita djaga pula agar pemakaiannja dilakukan setjara efficient.
Misalnja pindjaman jang hanja digunakan untuk kepentingan golongan sendiri atau untuk kemungkinan hidup mewah, tentu akan mengakibatkan keruntuhan Negara (Tiongkok pada zaman Chiang Kai Shek).
Tetapi pindjaman jang digunakan sungguh-sungguh untuk pembangunan negara tentu akan menguntungkan bagi Negara dan rakjat (Djepang sesudah perang dunia ke-II).
Pembatalan Perdjandjian K.M.B .
Pendjelasan diatas adalah sekedar pokok-pokok persoalan jang ada hubungannja dengan masalah ekonomi dan pembangunan.
Dalam pada itu jang tidak dapat dilupakan ialah, bahwa sebelum perdjandjian K.M.B. kita batalkan, banjak suara-suara jang menjatakan bahwa hasil-hasil K.M.B. adalah sangat pahit dan mengikat kita untuk bertindak tegas, terutama dalam lapangan ekonomi dan keuangan dalam hubungan kedudukan istimewa Belanda di Indonesia.
Sekarang perdjandjian K.M.B. itu sudah kita batalkan. Dengan batalnja perdjandjian K.M.B. itu , maka kita sudah tidak terikat lagi pada perdjandjia-perdjandjian antara Indonesia-Belanda.
323