Oleh karena itu maka didalam praktek kita mengenal adanja pertingkatan didalam pengertian isi autonomi.
Tingkat manakah jang paling baik?
Ini tergantung dari banjak faktor-faktor jang berpokok kepada kemampuan daerah jang bersangkutan ditindjau dari sudut tenaga dan sumber-sumber penghasilan daerah itu.
Pokoknja ialah: autonomi seluas mungkin, tetapi hal-hal jang mengenai atribuut-atribuut negara modern jang berdaulat harus tetap diurus oleh pemerintah pusat, sedangkan jang dimaksudkan rumah-tangga daerah itu djangan sampai melampaui batas kekuatan daerah jang bersangkutan.
Djadi persoalan otonomi adalah masalah pemerintahan, bukan masalah suku. Ini harus ditjamkan dan diinsafi benar-benar, sebab ada sadja golongan-golongan jang ingin mengatjau dengan menghubung-hubungkan masalah otonomi dengan soal suku dan dengan demikian hendak menjeret dan menghantjurkan persatuan nasional kedjurang pertentangan suku.
Itulah hakekat tudjuan djarum subversief asing ditanah-air kita.
Menghubung-hubungkan masalah otonomi dengan kesukuan dengan maksud menimbulkan sentimen suku sekurang-kurangnja adalah suatu penjelewengan jang wadjib ditentang.
——————