Lompat ke isi

Halaman:4 x parlementaria.pdf/297

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Argumentasi VI.

Adat itulah agama, dan agama adalah adat, jang menuntun hidup dan kehidupan.

Upatjara agama Maulud, sekarang telah didjadikan upatjara adat, di Djokja Skaten, jang dirajakan sebagai upatjara Kadhi dan Penghulu memegang peranan penting.

Reputasi seseorang tinggi, karena agama. Radja dan Pamong di Sulawesi disumpah oleh Kadhi menurut agama.

Keradjaan-keradjaan besar berdiri karena agama. Keradjaan Modjopahit dengan agama Hindu, Keradjaan Sriwidjaja dengan agama Budha, Keradjaan Mataram dengan Islam.

Semangat Revolusi 1945 dinjatakan dengan kalimat Allahu Akbar.

Agama jang meneguhkan Iman, membentuk pribadi, meninggikan reputasi, menjalakan revolusi, mendorong orang berani berkorban.

Rumusan ini berdasarkan atas pemandangan umum jang diberikan oleh angota Dewan Pertimbangan jang dilangsungkan pada tanggal 20 Maret, 21 Maret dan 22 Maret 1959 dan atas pandangan-pandangan dari anggota Seksi Pendidikan, Kebudajaan dan Agama dalam sidangnja tanggal 23, 24 Maret 1959. Adapun rumusan itu adalah sebagai berikut : I. PENDIDIKAN :

1. Pendidikan harus didasarkan: „ National religieus (Kebangsaan jang bersendikan Agama).

Argumentasi: Dalam kenjataan selama kita 250 tahun dan 32 tahun kelihatan sekali bahwa bangsa Indonesia telah kurang mempunjai rasa harga-diri dan adanja pemikiran-pemikiran setjara Barat (Hollands denken ). Untuk menghapuskan dan mempertebal rasa Kebangsaan, maka harus ditanamkan rasa harga-diri dan tjinta kepada Nusa dan Bangsa. Kenjataan pula bahwa didaerah-daerah

dimana kepertjajaan agama masih tebal maka kemerosotan moraal terhindar dan masjarakat mempunjai rasa harga- diri jang tinggi.

283